Kakek Ini Benar-benar Tangguh


WAYKANAN, KOMPAS.com — Di usianya yang uzur, Juned Efendi (80), warga Dusun Talangkaret, Kampung Lembasung, Provinsi Lampung, mampu menghasilkan anyaman bambu untuk keperluan rumah tangga sebanyak 100 buah per bulan.

"Baik anyaman seperti tampah, ayakan padi, atau kukusan dari bambu bisa saya produksi 100 buah sebulan jika kondisi badan sehat, kalau sakit 50 buah," ujarnya di Blambanganumpu yang berada sekitar 200 kilometer sebelah barat Bandar Lampung, Kamis (16/9/2010).

Harga tampah produksinya dijual Rp 10.000 per buah, adapun bakul ukuran besar Rp 15.000, sedangkan yang berukuran kecil nilai jualnya setara tampah.

Sementara untuk produksi anyaman bambu lain yang bisa dihasilkan, menurut dia, adalah plafon atau langit-langit rumah.

Ia mengatakan, harga bambu jenis wulung hitam atau apus dengan panjang 6 meter Rp 10.000 per batang dan bisa menghasilkan 20 tampah. Jadi, masih ada untung.

Namun, hingga saat ini, ia mengaku kesulitan mencari generasi penerus meski di daerah tersebut masih banyak tenaga kerja produktif yang belum bekerja.

"Di sini masih banyak penganggur, padahal jika mau belajar menganyam bambu, saya tidak keberatan. Kalau sudah bisa, satu orang rata-rata bisa memproduksi 5 tampah per hari. Jadi, pendapatan yang dihasilkan sebenarnya cukup lumayan," ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengharapkan pemerintah kabupaten di daerah yang berada di sebelah selatan Kabupaten OKU Timur, Provinsi Sumatera Selatan, itu memfasilitasi orang-orang yang mempunyai keterampilan agar bisa mengurangi angka pengangguran.

Masyarakat yang punya ketrampilan cenderung kreatif dan bisa membuka lapangan kerja sendiri, tetapi hal itu bisa terwujud optimal jika ada perhatian dari pihak pemerintah kabupaten.

Ia berharap perajin yang berada di dusun atau kampung difasilitasi, tidak harus berupa materi, tetapi juga bisa dibantu mencarikan pasarnya serta diberikan dukungan moral.

Lebih lanjut, ia meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Waykanan bergerak aktif turun ke lapangan mendata keberadaan para perajin di Waykanan.

"Saya harapkan keberadaan dan keterampilan sumber daya manusia di daerah tersebut bisa diketahui dan dioptimalkan agar bisa ikut serta membangun dan memajukan Waykanan," demikian dikatakan Juned.