Yahoo Upgrade Mesin Telusur & Webmail


VIVAnews - Yahoo terus memperbaiki berbagai jajaran layanannya.

Bertepatan dengan ajang Yahoo Product Runway di markasnya Sunnyvale, California Amerika Serikat, Yahoo mengumumkan peningkatan kemampuan mesin pencarinya juga pembaruan bagi layanan Yahoo Mail.

Seperti dikutip dari situs San Francisco Chronicle, Yahoo menjanjikan mesin telusur yang menawarkan hasil pencarian berita maupun hiburan yang lebih kaya, dan lebih menarik.

"Hasil pencarian untuk topik seperti film, musik, dan berita akan lebih menarik secara visual, dan mengandung informasi yang lebih kaya karena menyertakan berbagai elemen foto, video, artikel, serta postingan dari jejaring sosial," kata Yahoo melalu blog resmi perusahaannya.



Sementara untuk layanan surat elektroniknya, Yahoo juga menjanjikan peningkatan dari sisi perwajahan, kecepatan, dan menawarkan integrasi dengan layanan jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter.

Seperti dilansir situs Mashable, tak cuma merubah tampilannya Yahoo mengklaim telah merubah arsitektur fitur fitur-fitur inti pada YahooMail, agar pengalaman pengguna saat mengunduh file, mengirim, atau menerima surat elektronik, bisa lebih cepat.

Melalui Yahoo Mail, pengguna juga bisa mengupdate status serta menyediakan tab khusus media sosial (tab What's New) yang menampilkan update teman-teman kita di Facebook, Twitter, maupun Flickr.


Saat kita mengirimkan sebuah link dari Flickr maupun YouTube, maka, foto dan video ini akan secara otomatis terdisplay di e-mail. Bahkan, Flickr (yang merupakan layanan berbagi foto milik Yahoo) juga menyediakan fitur slideshow.

Yahoo Mail Beta dengan beragam fitur baru itu, akan bisa dinikmati beberapa pekan ke depan. Menanggapi perkembangan ini, analis dari Altimeter Group Jeremiah Owyang, mengatakan bahwa apa yang ditempuh Yahoo tidak terlalu impresif.

Menurutnya, Yahoo kelihatannya hanya fokus pada upgrade layanannya serta integrasi dengan layanan lain. Yahoo dianggap tidak berinvestasi pada produk inovatif yang belum pernah ada sebelumnya.

Sementara Google lebih sering menawarkan layanan baru yang belum disediakan orang, walaupun memang beresiko gagal. "Walaupun riskan, cara inilah yang akan menghasilkan inovasi. Apa yang diumumkan Yahoo hanya menempatkan mereka di posisi 'fast follower', tapi bukan pemimpin industri," kata Owyang dikutip oleh Chronicle.

Setidaknya, hingga kini GMail belum menyediakan integrasi dengan media sosial sebanyak Yahoo Mail. Padahal, integrasi semacam ini sangat membantu pengguna e-mail untuk online secara lebih efisien. Terlebih lagi bagi pengguna asal Indonesia yang begitu gandrung dengan jejaring sosial. (hs)