Dewan Pers & KPI Akan Panggil Pemred SCTV


INILAH.COM, Jakarta - Dewan Pers dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) akan meminta keterangan Pemimpin Redaksi (Pemred) SCTV Don Bosco Selamun, Senin 18 Oktober 2010.

"Rencananya akan bertemu Senin depan," ujar Ketua Komisi Pengaduan Masyarakat dan Penegakan Etika Dewan Pers Agus Sudibyo seusai menerima pengaduan dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Jumat (15/10/2010).

Agus menegaskan Dewan Pers akan mengawal dugaan intervensi menteri SBY kepada salah satu media. "Dewan Pers bertanggungjawab menindak lanjuti hingga ada kejelasan," imbuhnya.

Sebagaimana diberitakan, menteri SBY disebut-sebut memaksa berita Sigi yang berjudul Bisnis Seks di Balik Jeruji Penjara tidak tayang. Berita investigasi itu dikhawatirkan bisa membuat rapor sang menteri jelek.

Informasi tersebut diungkapkan Produser Eksekutif Program Khusus Liputan 6 SCTV Henry Sianipar di akun Facebook miliknya pada Rabu (13/10/2010) malam, setelah program Sigi yang sedianya menayangkan liputan bertajuk Bisnis Seks di Balik Jeruji Penjara itu benar-benar tidak tayang.

"MOHON MAAF, JIKA ADA KAWAN-KAWAN YANG MENUNGGU TAYANGAN KHUSUS SIGI : BISNIS SEKS DIBALIK JERUJI PENJARA!!! KAMI DIPAKSA UNTUK TIDAK MENAYANGKAN MALAM INI, DENGAN ALASAN YANG TIDAK JELAS!!! SUSAH UNTUK BERKATA SAAT INI, KARENA NURANI JURNALISTIK SAYA TERGUNCANG!!!!!!!!!!." tulis Henry dalam status Facebook-nya.

Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar, yang merasa tertuduh dengar kabar ini, membantah dirinya mengintervensi SCTV. Ia mengaku telah memanggil Kepala Kanwil DKI Kemenkum HAM Bambang Rantham dan Kepala Rutan Salemba Koro.

Dua anak buah Patrialis itu mengaku tidak pernah meminta berita tentang bisnis seks di penjara tidak tayang. [nic]