Ditunggu, Final Dunia di Indonesia


Jakarta - Indonesia menjadi salah satu negara tersukses di sepanjang sejarah World Golfers Championship (WGC). Dengan modal itu plus banyaknya lapangan golf berkelas internasional, sudah saatnya final dunia dibawa ke tanah air.

Sejak pertama digelar tahun 1995 silam, tercatat cuma Malaysia dan Indonesia yang sudah dua kali menjadi juara dunia di kelas beregu. Prestasi tersebut ditorehkan pada tahun 2007 dan 2009.

Dengan sukses besar seperti itu Indonesia sesunguhnya sudah layak mengajukan diri menjadi tuan rumah seri dunia. Sebuah keinginan yang hingga kini masih terus berupaya untuk diwujudkan.

"WGC digelar bergantian antarbenua. Jadi kalau tahun ini di Thailand (Asia), baru empat tahun lagi bisa kita bertarung. Kontrak kita sampai 2012, tapi kita akan coba lanjutkan dan membawanya ke Indonesia," papar Presiden Direktur PT Asa Bangsa sebagai pemegang lisensi WGC di Indonesia, Stan M. Mawati.

Indonesia juga dinilai Stan siap menggelar event bergengsi tersebut karena memiliki banyak lapangan berskala internasional. Kendala terbesar yang mungkin menghalangi upaya tersebut adalah besarnya biaya yang dibutuhkan.

"Mereka sih menolak main di Jakarta, kita usulkan di Bali mereka di terima. Tapi masalahnya adalah pembiayaan, sekarang saja kita ini jalan sendiri."

"Bayangkan, nanti peserta yang datang dari 35 negara. Kita harus siapkan lapangan, penginapan, transportasi dan lain-lainnya," lanjut pria yang akrab disapa Stanley itu.

Keberhasilan menjadi tuan rumah final dunia World Golfers Championship dipastikan akan punya banyak dampak positif buat Indonesia. Satu yang pasti adalah menyemarakkan dunia golf tanah air, selain mempromosikan Indonesia di dunia internasional.

"Saya sudah beberapa kali main di China dan Malaysia. Menurut saya lapangan di Indonesia masih banyak yang lebih bagus. Kita harusnya mengajukan diri jadi tuan tumah, itu bagus buat promosi Indonesia juga," ungkap salah satu peserta final Indonesia, Wardinam B.

Dilanjutkan pegolf yang ikut mengantar Indonesia menjadi juara dunia di tahun 2007 lalu itu, menjadi tuan rumah akan mendatangkan banyak devisa buat Indonesia. Berdasarkan pengalamannya, pegolf yang bertanding di final dunia banyak yang membawa serta anggota
keluarganya.

"Ini peluang bagus buat wisata Indonesia. Bayangkan berapa banyak devisa yang bisa didatangkan," tuntas Wardinam.