Erik, Bocah yang Beruntung Diboyong Ibra ke Milan


INILAH.COM, Milan - Seorang remaja Swedia mendapat keberuntungan setelah bermain sepak bola di halaman belakang rumah Zlatan Ibrahimovic. Sang bintang memboyong si bocah ke AC Milan.

Remaja asal Malmo, Erik Kristjansson, terkejut setengah mati saat Ibra memintanya mengemasi barang-barangnya dan terbang ke Italia untuk menjalani tes bersama Rossoneri setelah keduanya bermain satu lawan satu di rumah Ibra di Swedia.

Bomber Timnas Swedia itu berteman dengan Gisli Kritjansson, ayah Erik, yang membantu merenovasi rumah mewah Ibra di kampong halamannya di Mamo. Beruntung bagi si bocah yang bersedia menemani ayahnya karena ia mendapat kesempatan bermain melawan sang pemilik rumah.

Ibrahimovic terkesan dengan skil yang dimiliki pemain berusia 16 tahun itu, dan langsung menghubungi Milan.

“Zlatan keluar dan berkata, ‘Apakah kamu tertarik bermain untuk Milan?’,� Gisli Kristjansson berujar kepada The Local. “Kami bilang, ‘Bercanda kamu,’ tetapi dia bilang dia serius. Kami tak percaya itu,� ungkap sang ayah dengan bangga.

Esok paginya, Erik suda berada di pesawat terbang dengan tujuan Italia dan hingga saat ini ia telah sepekan menjalani latihan bersama bocah-bocah bertalenta besar lainnya di akademi sepak bola Milan yang ternama.

“Ini seperti dongeng. Saya sedikit waswas, tetapi sepak bola adalah kehidupan Erik dan sebagai seorang ayah, bagaimana mungkin Anda berkata tidak pada kesempatan semacam ini,� ujar Gisli.

Erik mengaku sangat sibuk di pekan pertamanya, terutama untuk beradaptasi dengan suasana asrama dan menu latihan Milan.

“Sesi latihan kami seperti suatu permainan dengan tempo yang sangat cepat. Saya belajar banyak sekali hal. Kemana nanti akhirnya kita akan lihat nanti. Saya harap saya tetap di sini,� ujar Erik Kristjansson kepada harian Swedia, Sydsvenskan. “Saya lihat saya cocok jadi pemain sayap tetapi saya juga memainkan posisi lain. Banyak berlari tetapi untungnya paru-paru saya bagus!� terangnya antusias.

Erik berharap bisa meniru jejak putra daerah Malmo yang paling terkenal di dunia, yang mengajaknya ke Italia.

“Saya tak tahu kapan saya akan pulang. Semoga tidak pernah,� tambah Erik. “Sepak bola adalah hidup saya dan ini adalah kesempatan sekali seumur hidup. Saya tidak percaya saat Zlatan meminta saya datang kemari. Bahkan jika ini tak berhasil saya masih bisa merasakan manfaat dan mungkin ada klub lain yang berminat. Target saya adalah melihat sejauh mana saya bisa melangkah di dunia sepak bola.�