Gara-gara Nobel, China Marah pada Norwegia


pertemuan dengan Menteri Perikanan Norwegia menyusul diberikannya hadiah Nobel Perdamaian kepada pembangkang China yang dilakukan di Oslo.

Menteri Perikanan dan Kelautan Norwegia, Lisbeth Berg-Hansen, yang sedang berada di China untuk menghadiri World Expo di Shanghai rencananya akan bertemu dengan wakil menteri perikanan China pada Rabu, 13 Oktober 2010.

Namun, juru bicara kementerian, Magnus Hodne mengatakan, pemerintah China membatalkan pertemuan tersebut tanpa alasan yang jelas.

Sebelumnya, pemerintah China marah atas pemberian hadian Nobel kepada Liu Xiaobo, yang kini tengah menjalani tahanan selama sebelas tahun. Pemerintah Beijing mengatakan kepada pemerintah Norwegia bahwa hubungan bilateral kedua negara akan retak karena hal ini.

Pemerintah Norwegia melakukan pembelaan dengan mengatakan bahwa Komite Nobel merupakan lembaga yang independen dari pemerintah sehingga negaranya tidak perlu mendapat reaksi yang bermusuhan dari China. Namun, hal ini sepertinya tidak digubris China.

Pengumuman pemenang Nobel di China disambut meriah oleh beberapa komunitas perlawanan China dan menimbulkan desakan dari AS, Jerman dan negara lainnya untuk pembebasan Xiaobo.

Namun, pemerintah China marah dengan mengatakan Xiaobo adalah seorang kriminal.

Xiaobo tengah mendekam di penjara setelah dinyatakan bersalah dalam kasus subversi karena menyusun dan menyebarkan dokumen bernama "Piagam 08." Dokumen itu menyerukan reformasi politik secara menyeluruh di China, termasuk adanya kebebasan berkumpul, berekspresi, dan memeluk agama.

Sementara itu, istri Xiaobo, Liu Xia diganjar tahanan rumah oleh pemerintah China beberapa jam setelah dia mengunjungi suaminya di penjara untuk memberitahukan kemenangannya.

Simon Sharpe, diplomat Uni Eropa yang ingin mengucapkan selamat kepada istri Liu mengatakan bahwa tiga orang polisi berjaga di apartemen Liu dan mencegah siapapun untuk menemuinya. (Associated Press)
• VIVAnews