Indonesia vs Uruguay, Awal Prestasi Besar?


VIVAnews - Meskipun tanpa kehadiran Diego Forlan, laga Indonesia melawan Uruguay di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan Jakarta, Jumat 8 Oktober 2010, tetap menarik karena Tim Merah Putih berlaga dengan tim kelas dunia.

Kemampuan Uruguay sudah dibuktikan dengan menjadi peringkat 4 Piala Dunia 2010. Juga penobatan Forlan sebagai pemain terbaik turnamen sepakbola terakbar sejagat itu.

PSSI membidik Uruguay bukan hanya sebagai lawan latih tanding berkelas. Tapi, juga ingin menumbuhkan kepercayaan tim-tim internasional berlevel dunia untuk tampil di tanah air, tentunya menjajal timnas Indonesia.

PSSI sekaligus membidik beberapa target besar dengan mendatangkan tim-tim kelas dunia ini. Tahun depan, rencananya juara Inggris, Chelsea dan finalis Piala Dunia 2010, Belanda akan coba didatangkan.

"Tim-tim kelas dunia lainnya akan mau datang ke Indonesia jika laga timnas vs Uruguay sukses. Mereka akan percaya, terutama soal keamanan selama di Indonesia," kata Iman Arif, Ketua Badan Tim Nasional (BTN).

Perbandingan Kekuatan

Selain sebagai lawan berbobot Tim Merah Putih, kedatangan Uruguay juga akan memberikan hiburan bagi bolamania Indonesia. Timnas pun mempersiapkan dengan serius di bawah asuhan pelatih asal Austria, Alfred Riedl.

Formula Riedl diharapkan mampu menciptakan timnas Indonesia yang tangguh. Setidaknya mampu memberikan kebanggaan lewat torehan prestasi. Mendekati penampilan Indonesia ketika mampu mengalahkan Uruguay 2-1 dan memberikan perlawanan spartan meski kalah 2-3 pada dua ujicoba di Senayan pada 1974.

Bek Tim Merah Putih saat itu, Sutan Harhara mengatakan dia bersama rekannya di barisan pertahanan bisa mematikan bintang Uruguay saat itu, Fernando Moreno. Akibatnya, Uruguay yang datang sebagai peringkat 4 Piala Dunia 1970 penasaran dan menginginkan pertandingan kedua di Senayan.

Ternyata, insiden kekalahan dari Indonesia di laga persiapan ke Piala Dunia 1974 itu menjadi sinyal keterpurukan Uruguay. Di Piala Dunia 1974 yang digelar di Jerman, La Celeste terpuruk di posisi juru kunci dan gagal lolos dari penyisihan grup.

Membandingkan kekuatan timnas Indonesia dengan Uruguay kini bak bumi dengan langit. Indonesia terus merosot di peringkat FIFA. Sedangkan Uruguay meski minus Forlan masih membawa 16 pemainnya yang merumput di Eropa.

Sudah bisa disimpulkan kekuatan La Celeste dengan pasukan Merah Putih. Kekuatan kelas dunia yang mulai mapan di bawah asuhan 'tangan besi' Oscar Washington Tabarez versus tim dengan pelatih baru serta beberapa pemain baru.

--------------------------------------------------------------------------------

PREDIKSI STARTING LINE UP

Indonesia (4-4-2): Markus Horison; M Nasuha, Nova Arianto, Maman Abdulrahman, Toni Sucipto; M Ridwan, Firman Utina, Ahmad Bustomi, Oktovianus Maniani; Boaz Solossa, Bambang Pamungkas

Uruguay (4-3-3): Fernando Muslera; Maximiliano Perreira, Diego Lugano, Andres Scotti, Jorge Fucile; Diego Perez, Walter Gargano, Alvaro Perreira; Abel Hernandez, Luis Suarez, Edinson Cavani

--------------------------------------------------------------------------------

Naturalisasi

Rencana PSSI memainkan tiga pemain naturalisasi pun terganjal regulasi FIFA karena mereka belum punya paspor Indonesia. Jika Indonesia ngotot memainkannya, mereka dianggap pemain asing. Indonesia terancam juga tak mendapatkan poin di peringkat FIFA.

Sekjen PSSI Nugraha Besoes memastikan ketiganya tidak bisa dimainkan karena terbentur regulasi FIFA. "Kami memilih untuk tidak menurunkan pemain tersebut," kata Nugraha.

Kubu Uruguay pun menolak pemain keturunan ini. Mereka ingin laga digelar sesuai regulasi FIFA. "Di manager meeting, pihak Uruguay meminta pertandingan dijalankan sesuai peraturan FIFA karena ini adalah pertandingan resmi," ujar manajer Indonesia, Andi Darussalam Tabussala.

Dalam laga ujicoba berikutnya melawan Maladewa, Selasa 12 Oktober 2010, mereka juga takkan bisa turun ke lapangan. Trio yang sudah didatangkan dari Belanda dan China ini tentu kecewa. Tobias Waisapy yamg berdarah Maluku memutuskan untuk pulang ke Belanda, Sabtu nanti.

"Ya, Tobias dan saya pasti kecewa. Kami akan pulang ke Rotterdam, Sabtu nanti," kata Siwalette Sjaak, paman Tobias, ketika dihubungi VIVAnews.

Langkah serupa akan diambil Johnny van Beukering. Juga Raphael Guillermo Eduardo Maitimo yang akan kembali ke klubnya di China. "Kami menyayangkan hal ini meski kami pasrah karena keputusan dari badan tertinggi (FIFA). Pastinya, ada peraturan yang tidak terang (dari PSSI)," lanjut Siwalette.

Tobias akan kembali ke klubnya yang juga anggota Liga Belanda (Eredivisie), SBV Excelsior. Pemain 22 tahun berposisi bek sayap kiri ini sudah beberapa kali berlatih dengan para pemain tim nasional Indonesia serta dijanjikan akan bermain di babak I oleh pelatih Riedl.

Sedangkan Van Beukering yang berposisi sebagai striker juga harus menunda mimpi memperkuat timnas leluhurnya ini. Pemain 27 tahun itu harus kembali berstatus sebagai free agent karena tak memiliki klub.

Sementara itu, Raphael akan kembali ke China. Gelandang 26 tahun berdarah Padang ini memperkuat klub Liga China, Beijing Institute of Technology FC, sejak 2008. Trio pemain keturunan ini akhirnya hanya bisa menyaksikan laga Indonesia vs Uruguay dari tribun penonton.

Emas SEA Games 2011

Jalan pintas naturalisasi, serta mendatangkan tim-tim kelas dunia menjadi tren PSSI belakangan ini. Menurut mereka, muaranya tentu saja prestasi timnas. "Keuntungan menjadi prioritas kesekian, meski mungkin kami bisa mendapatkannya. Untuk meningkatkan prestasi, timnas harus melawan tim-tim dunia," lanjut Iman Arif.

Untuk mendatangkan tim-tim kelas dunia ini, PSSI merogoh kocek untuk match fee sebesar Rp 3 miliar. Ditambah akomodasi, pengeluaran total mencapai Rp 12 miliar. Dana itu diharapkan bisa ditutup lewat penjualan tiket dan sponsor.

PSSI rela melobi tim-tim kelas dunia serta mengeluarkan dana besar demi target tahun depan. Piala AFF, antarnegara ASEAN pada akhir 2010 menjadi target antara sebelum SEA Games 2011 yang akan digelar di Indonesia. Tim Merah Putih ditargetkan menjadi finalis Piala AFF, sebelum meraih medali emas SEA Games 2011.

Timnas Indonesia memulai langkah besar dengan menjajal Uruguay di Senayan. Bambang Pamungkas cs akan menampilkan permainan terbaik sepak bola nasional hari ini. Pertandingan itu rencananya disaksikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
• VIVAnews