Martunis Tewas Dimangsa Harimau di Aceh


BANDA ACEH – Seorang petani tewas dimangsa harimau saat mencari rotan di Gunung Serindit, Kecamatan Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan.

Korban Martunis (25), warga Panton Luas, Kecamatan Tapaktuan ditemukan dengan kondisi jasad mengenaskan, dipenuhi luka cakaran oleh warga yang mencarinya , Selasa (12/10/2010) pagi.

Camat Tapaktuan Erwiandi menuturkan, korban mulanya pergi ke kebun cabainya di Pegunungan Serindit bersama rekannya Silan, Senin kemarin. “Waktu tiba di kebun dia (Korban) bilang ke kawannya ingin naik ke atas lagi, mencari rotan,” katanya saat dihubungi dari Banda Aceh.

Saat sore tiba, Silan yang saat itu sudah berpisah dengan Martunis, memanggil beberapa kali rekannya itu untuk diajak pulang. “Karena tidak disahut, Silan langsung pulang. Dia mengira Martunis sudah pulang duluan,” ujar Erwiandi.

Mengetahui korban belum pulang ke rumah hingga malam, warga kampung melakukan pencarian.

Menurut Erwiandi jasad Martunis saat ditemukan kondisinya memprihatinkan. Beberapa bagian organ tubuh habis dimangsa binatang buas. Hanya kaki dan kepala saja yang masih utuh. Di sekitar jasad korban ditemukan bekas cakaran dan bulu harimau.
Korban akhirnya dibawa pulang oleh warga ke rumah duka, sekitar dua kilometer dari lokasi kejadian dan dikebumikan di sana.

Sebagian masyarakat di Aceh Selatan percaya sekarang sedang musim barat dayo, musim reuninya harimau. Raja rimba dipercaya sering turun dari pengasingan. Di musim ini, dipercaya juga sering muncul harimau siluman.

Erwiandi mengatakan dalam beberapa bulan ini harimau sering turun ke pemukiman, sehingga meresahkan warga.

Konflik harimau dengan manusia tinggi di Aceh Selatan, diduga habitat mereka masih terusik. Sejak empat tahun terakhir, dilaporkan sejumlah orang tewas usai dimangsa si raja hutan.
(teb)