Pisang Hariyadi Berjantung 13


BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com - Pisang unik tumbuh di Hanura, Padang Cermin, Pesawaran, tepatnya di daerah transmigrasi angkatan darat (Trans AD) II. Lain dari biasanya, pisang ambon milik Hariyadi Dwi Purwanto (50) ini memiliki dua cabang, dua tandan buah, dengan jantung sebanyak 13 buah.

Menurut Hariyadi, keanehan pohon pisang yang ia tanam sejak setahun silam tersebut telah tampak saat berusia muda. Awalnya, pucuk pohon mulai bercabang dua. Lama- kelamaan, percabangan juga menjalar ke bagian batang.

"Saya sempat mengikatnya supaya tidak pisah dan patah. Ternyata batangnya tetap pisah jadi dua," kata Hariyadi saat ditemui di kebunnya, Sabtu (16/10).

Haryadi menjelaskan, asal-muasal pisang itu ia peroleh dari Abdul Muit (62), pamannya yang tinggal tak jauh dari kediamannya. Di pekarangan Abdul Muit, pohon pisang yang menjadi indukan tersebut juga pernah mengalami keunikan.

"Kalau di tempat saya dulu, satu pohon punya dua tandan buah, berjajar di bagian atas dan bawah. Jadi batangnya tidak terbelah dua, seperti milik keponakan saya ini," ujar Muit.

Menurut pengakuan Muit, pohon pisang unik yang pernah ia miliki berasal dari tetangga. Ia kemudian menanam pohon anakannya di sela-sela tanaman kakao seluas satu hektare milik Hariyadi.

Di antara ratusan pohon pisang yang terdapat di kebun kakao tersebut, hanya pisang ambon itulah yang memiliki kelainan pertumbuhan. Bahkan, pohon pisang yang masih satu indukan dengan pohon yang kembar siam berjantung 13 itu, ada pula pohon pisang yang kerdil setinggi 50-an sentimeter.

"Usianya sama dengan yang kembar siam, tapi tingginya tak pernah mencapai satu meter," tutur Hariyadi menunjukkan pisang kerdil yang tumbuh tak jauh dari rumpun pisang kembarnya.

Meski unik dan aneh, Hariyadi tak pernah mengaitkannya dengan hal-hal yang bersifat mistis atau tak masuk akal. Ia pun memperlakukannya sama dengan pohon pisang dan tanaman lain yang berada di kebunnya.

Hariyadi juga tidak pernah memberitahukan secara berlebihan kepada rekan atau tetangganya tentang keanehan pohon pisang miliknya. "Kalau saya woro-woro (memberi pengumuman) dan orang ramai-ramai melihat, nanti malah kebun saya bisa rusak semua," ujarnya.

Karena keunikan yang dimiliki pohon pisang tersebut, Hariyadi tertarik untuk memperbanyak tanamannya. "Kalau satu pohon bisa punya dua tandan buah, kan sangat menguntungkan," ungkapnya.(her)