Proton Recall Neo dan Gen2


KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Proton Holdings Bhd melakukan penarikan untuk perbaikan (recall) Gen2 dan Satria Neo yang diproduksi antara 2004 dan 2008. Penyebabnya, tidak berfungsinya clock spring (ring per) yang berhubungan dengan keselamatan berkendara.

Recall ini mempengaruhi 15.911 dari 660.000 unit (hanya 2 persen) Gen2 dan Satria Neo yang diproduksi pada periode tersebut. Komponen clock spring pada kemudi ini menghubungkan kantong udara dan tuas lampu dengan radio, klakson dan cruise control.

Berdasarkan penyelidikan, kerusakan clock spring menyebabkan bunyi gesekan pada setir, klakson dan lampu yang tiba-tiba menyala sendiri, kerusakan tombol sistem audio dan lebih parah lagi menyebabkan kantong udara mengembang tiba-tiba.

“Meskipun jumlahnya sedikit, keselamatan konsumen adalah prioritas kami, dan kami minta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi,” ujar Datuk Syed Zainal Abidin Syed Mohamed Tahir, Direktur Pemasaran Grup Proton.

Untuk mengatasinya, Proton akan mengirimkan surat pada konsumen yang mobilnya termasuk dalam daftar recall, dan meminta untuk mendatangi bengkel resmi terdekat. Semua suku cadang dan ongkos kerja ditanggung oleh Proton.

Di Indonesia
Setidaknya ada 25 konsumen Proton di Tanah Air yang harus mendatangi bengkel resmi PT Proton Edar Indonesia (PEI). Menurut Public Relation Officer, PT PEI, Rumaisha Rahmayanti, hanya model Proton Neo yang di-recall. “Ini merupakan upaya kami mencegah resiko akibat adanya problem teknis pada produk yang dijual di Indonesia,” jelasnya.

Dijelaskan, ke-25 konsumen tersebut dihubungi satu per satu oleh Proton untuk memeriksakan mobilnya ke bengkel resmi terdekat. Sementara Gen2 yang beredar di Indonesia, tidak di-recall.

Untuk kerja perbaikan ini, pemilik mobil tidak dikenakan biaya alias gratis!