Samsung dan Apple, Kompetitor yang Berteman


HONG KONG - Apple memiliki iPhone dan iPad, sedangkan Samsung memiliki beberapa smartphone dan tablet. Apapun yang dilakukan Apple, Samsung mengikuti.

Perilaku Samsung yang cenderung mengikuti jejak Apple memang bisa dikatakan sebagai langkah persaingan. Namun ternyata beberapa analis malah menduga jika Samsung dan Apple sejatinya adalah mitra yang berhubungan baik.

"Apple dan Samsung memiliki hubungan kemitraan yang baik. Samsung bisa dibilang sebagai provider sekaligus kompetitor bagi Apple, meski mereka memiliki strategi yang berbeda. Apple lebih menyasar ke segmen pasar high-end, sedangkan Samsung ingin bermain di pasar yang umum dan besar," ujar Young Park, analis teknologi dari Woori Investment and Securities di Korea Selatan, seperti dikutip melalui Yahoo News, Kamis (14/10/2010).

Tidak hanya itu, lebih dari sepertiga komponen yang ada di iPad, iPhone dan beberapa perangkat Apple lainnya ternyata dipasok oleh perusahaan asal Korea Selatan ini. Artinya, Samsung memang memiliki hubungan yang cukup erat dengan Apple.

"Apple dan Samsung bisa dibilang saling memanfaatkan. Apple sepertinya bergantung pada komponen buatan Samsung, sedangkan Samsung sendiri mendapatkan keuntungan dari inovasi yang dimiliki Apple," ujar Young.

Selain produk, keduanya juga memiliki platform mobile. Apple dengan iPhone OS, sedangkan Samsung dengan Bada. Keduanya harus bersaing keras untuk merebut pasar sistem operasi yang saat ini juga digempur oleh Windows Phone 7 dan Android. Menanggapi hal ini, analis senior dari New York Investment Bank Rodman and Renshaw, Ashok Kumar, mengatakan jika dalam pasar OS, persaingan industri yang sesungguhnya sedang terjadi.

"Dalam pasar raksasa ini, kami percaya, akhirnya hanya akan ada dua platform yang akan eksis, yaitu Apple dan Android. Dan platform Samsung akan memiliki nilai yang sama dengan Android," ujar Kumar.

Ditambahkannya, Apple memang mendominasi pasar high-end, seiring dengan harga smartphone yang terus turun. Pasar Samsung sendiri diprediksi Kumas akan meningkat, khususnya di negara-negara berkembang seperti Brasil, China dan India.

"Apple itu produk premium dan tidak akan bisa masuk ke pasar yang lebih umum. Di sinilah Samsung bisa menyiasati pangsa pasar mereka," ujar Kumar. (srn)