SMP dan SMA Negeri di Depok Langka


DEPOK - Dunia pendidikan di Depok belum optimal terkait masih minimnya jumlah sekolah SMP dan SMA negeri di Depok. Hal itu berpengaruh dengan tingginya angka putus sekolah atau dropped out (DO) karena orangtua siswa miskin tak mampu membiayai biaya sekolah di sekolah swasta.

Jumlah SMP Negeri di Depok hanya sebanyak 14 sekolah dan 7 SMA negeri. Belum lagi masalah jarak tempuh yang jauh dengan rumah siswa dan memerlukan ongkos yang berlipat.

"Memang belum sebanding antara rasio jumlah murid dengan jumlah sekolah, jadi masih ada 40 persen siswa yang belum tertampung di SMP dan SMA negeri," kata Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail, di Kampus UI Depok, akhir pekan ini.

Hal itu, kata Nur Mahmudi, membuat siswa asal Depok mencari sekolah negeri di Jakarta. Nur Mahmudi menargetkan tahun depan pihaknya akan membangun tambahan masing - masing kecamatan satu SMP dan SMA negeri di 11 kecamatan.

"Kalau SD tidak ada masalah, jumlahnya sangat banyak yakni 270 SD negeri," jelasnya.

Siswa SMAN 5 Sawangan Depok kelas 2 Marcia Audita mengaku, sempat khawatir dengan sistem jurnal masuk ke SMP maupun SMA negeri. Karena jumlah SMP dan SMA negeri jumlahnya sangat terbatas.

"Kasihan juga melihat adik-adik kelas yang ingin masuk SMP dan SMA negeri, belum lagi di antaranya sudah menjadi RSBI dan mahal," tutur Marcia.(rhs)