Surga Makanan di Dapur Facebook


INILAH.COM, Jakarta - Dapur Facebok bagai surga. Satu juta makanan telah disajikan dalam kurun 26 bulan. Menunya termasuk sushi, kalkun panggang dan salad, serta menu terbaru ayam panggang dengan biji labu.

Facebook memiliki delapan toko makanan kecil dan dua kantin di mana para pekerja dapat makan tiga kali sehari dengan berbagai menu. Sekitar 2.200 pegawainya muncul untuk sarapan setiap hari. Jumlah ini terus bertambah sejalan waktu dan lebih dari satu juta makanan disajikan dalam kurun waktu 26 bulan.

Dapur Facebook dipersiapkan oleh jago kuliner Josef Desimore yang didampingi dua kepala koki dan kepala pastry dengan 100 pegawai dapur lainnya. “Saya punya pekerjaan terbaik. Saya membuat banyak orang bahagia. Saya seperti Santa Claus dengan pisau,” kata Desimone yang berusia 42 tahun.

Kemewaan dihidangkan setiap hari, termasuk menu sushi, kalkun panggang dan salad. Menu terbaru adalah ayam panggang dengan biji labu, misoyaki dan ayam panggang saus manis. Dapur Facebok bagaikan surga makanan.

Desimone berprinsip tidak akan pernah menyajikan menu yang sama untuk kedua kalinya. Ia selalu mendapat inspirasi dari para pegawainya, atau para ibu pegawainya yang memberikan tips makanan kesayangan anak mereka. Tidak lupa kue cokelat yang super lezat.

Yang menarik, beberapa menu juga memasukkan nama pekerja di Facebook. “Saya punya beberapa menu yang mencakup nama saya di menu,” kata Frank Cho, teknisi sistem pesan di Facebook.

Salah satu resepnya bernama ‘Cho-ba’ merupakan mi soba dengan saus, atas persetujuan Cho. Bahkan, menu makanan ringan itu ditempeli label yang bertuliskan ‘atas persetujuan Cho’.

Desimone juga menyajikan makanan bagi vegetarian dan pegawai yang diet glukosa. Menu makanan Facebook 75% adalah organik untuk memberikan penyajian spesial. Selain itu, tiap menu diberi kode warna sebagai cara membedakan makanan mana saja yang paling sehat.

Karyawan dapat makan apa saja, mulai dari yoghurt, wavel hingga telur dadar. Desimone mengakui bahwa jus jeruk adalah favorit. Meskipun makan siang jauh lebih populer dari sarapan, para pekerja paling sering muncul di makan malam di mana berlangsung dua jam sejak pukul 20.00.

Ini tentu saja semakin menunjukkan budaya pulang terlambat. Mereka memang bukan perusahaan biasa dengan jam kerja dari pukul sembilan pagi hingga lima sore. Meskipun terkesan mewah, Desimone tetap membatasi belanja hariannya seperti restoran cepat saji. Ini karena ia tahu manajemen pembiayaan sejak bekerja sebagai kepala koki senior di Google.

Saat Desimone meninggalkan Google pada 2008 untuk pindah ke Facebook dan membangun staf dapurnya, Desimone menerima 75 surat lamaran dari para pekerja paruh waktu atau penuh di Google, demi posisi 30 pegawai awal yang ia tawarkan.

Dua koki kepalanya, Tony Castelluci dan Dean Spinks, juga berasal dari Google. Begitu pula dengan Shanon Burum, si ratu gula, juga sempat menjabat koki pastry pertama di Google

Desimone mengatakan dia dan karyawannya bahagia di Facebook karena mereka merasa sangat dihormati dan diperlakukan sama. Semakin berkembang Facebook Desimone mengaku dirinya semakin sibuk. Desimone terus melatih para pegawainya dengan tekad, semakin sukses situs itu menjadi terbesar di dunia, maka semakin besar pula dapurnya. [ito/mdr]