Wah, Harga Tanah Suramadu Sejuta/Meter


BANGKALAN, KOMPAS.com - Harga tanah di sekitar jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) setahun setelah dioperasikan mencapai Rp 1 Juta per meter.

"Harga tanah (di sekitar Suramadu) ada yang minta Rp 1 juta per meter. Padahal, dulu harga tanah disana hanya Rp15 ribu per meter. Mereka sangat egois mematok harga tanah seenaknya," kata Bupati Bangkalan, Madura, Fuad Amin Imron, Sabtu (9/10/2010).

Menurut Fuad Amin, tingginya harga tanah di sekitar Suramadu tersebut membuat banyak investor yang hendak menanamkan modalnya di Kabupaten Bangkalan harus berpikir ulang.

Hingga kini hanya ada satu investor yang bersedia menanamkan modalnya di Bangkalan, yakni PT Lamicitra. Sedangkan investor yang lain masih ragu-ragu untuk masuk ke Bangkalan.

"Tingginya harga tanah di sekitar Suramadu yang dipatok masyarakat tersebut membuat pemerintah pusing tujuh keliling. Sebab, jika masyarakat mengedepankan kepetingan pribadi, maka akan menghambat pembangunan," katanya.

Fuad menjelaskan, nanti akan ada tim afrisel atau tim penaksir dalam menentukan harga tanah di sekitar akses jembatan Suramadu.

Jika warga tidak mau kompromi dengan pemerintah, pihaknya mengancam akan menggunakan Keppres Nomor 36 tentang Pembebasan Lahan untuk kepentingan umum.

"Sekarang masih melakukan kompromi, tapi kalau nanti tidak juga diberikan maka akan saya ambil seperti kasus saat pembebasan lahan untuk pembangunan akses Suramadu sisi Madura waktu dulu," ungkapnya.

Fuad menambahkan, pihaknya meminta terhadap masyarakat agar ikut membangun Kabupaten Bangkalan, dengan cara tidak menjual tanah dengan harga yang tinggi.

Pemerintah juga tidak akan membeli tanah dengan harga rendah, tapi dengan harga standart agar sama-sama untung.

"Sekarang ini yang berbahaya bukan spekulan tanah, tapi makelar tanah. Mereka tidak memakai modal, namun mematok tanah dengan harga tinggi. Saya melihat pembangunan masih belum ada mulai kaki jembatan Suramadu hingga pertigaan Tangkel," kata Fuad Amin Imron menjelaskan.