Wednesday, June 28, 2017

Mencoba Layanan Bitcoin dari Luno


Tentu beberapa dari kita mulai sering mendengar istilah mata uang digital atau biasa yang disebut cryptocurrency. Nah mata uang digital sebenarnya ada banyak namun yang paling populer adalah bitcoin. Nah untuk menyimpan bitcoin ini sendiri kita memerlukan sebuah dompet digital dan disini gw mencoba Luno sebagai dompet digital untuk bitcoin. Untuk informasi soal Luno sendiri bisa klik http://luno.com. Luno ini sendiri bisa diakses di web maupun mendownload aplikasi di smartphone kita seperti di ios ataupun android. 

Sebenarnya gw masih iseng-iseng sih nyoba bitcoin ini dan pergerakan nilainya cukup fluktuatif. Saat artikel ini dibuat nilai 1 BTC sendiri sama dengan Rp 36.065.000 tentu ini nilai tukar yang sangat besar dan kemungkinan pergerakan nilai bitcoin ini sendiri sudah mulai jenuh.

Untuk memiliki bitcoin sendiri bisa didapat dengan berbagai cara seperti cara menambang bitcoin yang cenderung sangat teknis caranya lalu dari kiriman orang lain sampai dengan kita menukarkan uang kita dengan bitcoin seperti menukar ke mata uang asing. Nah untuk cara menukarkan uang kita dengan bitcoin sendiri ini cukup mudah dengan Luno karena Luno menyediakan jasa transfer untuk bank lokal sehingga kita tidak perlu repot memikirkan kursnya.

Nah buat yang pengen nyoba-nyoba soal bitcoin ini sendiri gw merekomendasikan Luno karena user interface nya sendiri menarik dan cukup mudah dimengerti untuk orang awam.

Nah berikut beberapa screenshot tampilan dari aplikasi Luno:





Tuesday, June 6, 2017

[ADV] Whaff Reward



Beberapa waktu lalu temen gw si Putra kirim pesan ke gw soal whaff reward ini. Nah di postingan kali ini sih dia pengen berbagi pengalamannya dengan whaff reward. Katanya sih dengan whaff reward ini kita bisa mendapatkan uang sambil bermain game gitu.

Nah buat teman-teman yang ingin lebih tahu banyak soal whaff reward ini bisa kunjungi blog nya si Septiadi Putranto dengan klik disini.

*Note: gw sendiri belum pernah coba, nah kalo mau tanya-tanya bisa langsung ke Septiadi Putranto yaa :)

Friday, June 2, 2017

Mesh Wifi System & Artificial Intelligence Assistant Sebagai Dasar dari Konsep Rumah Pintar


Sumber gambar: https://theappsolutions.com

Pada tulisan kali ini gw ingin memberikan opini tentang pentingnya mesh wifi system dan Artificial Intelligence Assistant sebagai dasar atau pusat dari konsep rumah pintar. Dengan makin banyaknya perangkat rumah yang terhubung ke internet atau biasa disebut internet of things (IoT). Nah perangkat yang masuk kategori ini beragam seperti tv pintar, kulkas pintar, kamera cctv, chromecast, lampu pintar dan masih banyak lagi perangkat pintar lainnya yang membutuhkan koneksi internet yang prima.

Nah disini peran mesh wifi system dibutuhkan untuk menunjang performa perangkat IoT. Jika menggunakan perangkat router biasa plus dengan repeater biasanya saat banyak perangkat yang terkoneksi dengan router tersebut akan sangat mengurangi kecepatan internetnya karena router biasa tidak mampu untuk memprioritaskan koneksi tersebut. Akan lebih buruk lagi performa yang didapat jika kita terkoneksi melalui repeater wifi. Mesh wifi system sendiri seingat gw dipopulerkan oleh eero. Biasanya mesh wifi system dijual sebagai satuan atau paket berupa 3 buah mesh wifi system. Kelebihan dari mesh wifi system ini sendiri pengaturan yang mudah karena biasanya terdapat aplikasi di smartphone lalu mereka mampu memprioritaskan koneksi yang membutuhkan kecepatan tinggi dan mengurangi congestion. Selain itu mesh wifi system sendiri yang terdiri dari 2 buah atau lebih akan memberikan kecepatan yang sama baiknya dan jarak yang lebih jauh dibandingkan dengan menggunakan router wifi konvensional plus repeater. Dengan mesh wifi system sendiri keamanan jaringan juga akan lebih aman karena mesh wifi system ini sendiri akan dapat mengupdate softwarenya secara Over The Air (OTA) secara otomatis sehingga lebih aman dan fitur yang didapat akan bertambah. 

Perangkat mesh wifi system ini sendiri pemainnya sudah lumayan banyak seperti eero, google wifi, samsung connect home, netgear orbi, linksys velop dan lain sebagainya. Mungkin kekurangan mesh wifi system saat ini adalah harganya yang cenderung mahal untuk sebuah router wifi sehingga banyak orang yang masih enggan untuk membelinya. Namun seiring berjalannya waktu harga pasti turun ditambah saat makin banyaknya pemain dari negeri tirai bambu di segmen ini. Saat harga mulai realistis tidak ada salahnya membeli perangkat mesh wifi system ini untuk menunjang performa internet di rumah kita.

Video Mesh Wifi System:



Berikutnya adalah perangkat kecerdasan buatan di rumah. Memang saat ini Artificial Intelligence (AI) sudah ada digunakan di berbagai macam perangkat seperti siri pada apple, google assistant pada android, cortana punya microsoft dan lain sebagainya, Namun kali ini gw lebih membahas perangkat AI yang khusus dibuat sebagai asisten di rumah. Saat ini ada dua perangkat yang masuk kategori ini yaitu amazon echo yang berbasis alexa dan google home yang berbasis google assistant walau rumornya pada tahun 2017 ini apple akan membuat perangkat yang masuk kategori ini yang berbasiskan siri.

Dengan perangkat AI home assistant ini sendiri kita bisa mengontrol semua perangkat pintar di rumah yang telah didukung oleh platform home assistant kita melalui perintah suara. Dengan home assistant ini kita bisa mengontrol lampu pintar kita, menyalakan televisi, memutar musik, bahkan memberi tahu cuaca maupun info-info terkini yang kita tanayakan selain itu dengan perangkat home assistant ini kita bisa juga untuk memesan layanan transportasi seperti uber. Potensi perangkat AI home assistant ini masih belum digali semuanya.

Saat semua potensi AI itu telah dimaksimalkan maka kita akan seperti memiliki jarvis di rumah :)

Video AI Home Assistant:



Wednesday, May 24, 2017

Hunting Foto Bareng Sahabat Motret di Taman Menteng



Pada tanggal 21 Mei 2017 gw bersama teman-teman dari @sahabatmotret melakukan hunting foto bareng di Taman Menteng dengan model temen gw jaman SMP si Laura. Acara pada saat itu berfokus di fotografi model dengan dibantu teknik dasar dari Adit. Ini merupakan acara kedua kita setelah acara pertama hunting foto di TMII. Rencananya setiap bulan kita mengadakan acara hunting foto bareng dengan tema yang berbeda-beda. Semoga saja rencana ini terlaksana dengan baik. Karena ngumpul dengan sesama pecinta fotografi plus sama-sama belajar dan berbagi pengalaman merupakan hal yang sangat bermanfaat banget. Sekaligus kita bisa menambah teman-teman baru.

Nah buat teman-teman yang mau tau kegiatan @sahabatmotret bisa langsung follow instagramnya di https://www.instagram.com/sahabatmotret/ :)

Oh yaa hasil foto-foto gw waktu acara kemarin di Taman Menteng ada di link ini >> https://goo.gl/photos/q9We4RF6pZXMaYjv5

Wednesday, April 5, 2017

My Micro Four Thirds Lenses :)


Setelah di tulisan sebelumnya dibahas kenapa memilih kamera Panasonic Lumix GM1, di tulisan kali ini gw mau berbagi sedikit pengalaman menggunakan lensa-lensa kamera gw yang bersensor micro four thirds yang bisa digunakan untuk merek Lumix, Olympus, Black Magic, Yi Camera dan kamera lainnya yang menggunakan sistem micro four thirds. Siapa tahu ada teman-teman yang sedang mencari referensi lensa buat kamera micro four thirds nya hehe.

Beberapa lensa yang gw punya sih Lumix kit lens 12 - 32 mm, Olympus prime lens 25 mm f 1.8, dan Lumix zoom lens 45 - 200 mm. Sebelum kita membeli lensa pastikan sesuai dengan gaya memotret teman-teman semua. Kalo gw sih cenderung ke potrait, street photography, toy photography dan sesekali memotret hewan. Yaa buat gw dengan lensa gw punya ini sudah cukup mumpuni untuk memenuhi kebutuhan fotografi gw. Mungkin jika punya lensa wide akan lebih menarik untuk foto landscape hihihi.

1. Kit Lens Lumix 12 - 32 mm

sumber gambar: http://amazon.com

Nah kalo ini sih lensa bawaannya Lumix GM1, dengan kit lens ini gw mulai menikmati fotografi dan mencari gaya fotografi apa yang cocok. Performa lensa ini sih cukup baik sebagai lensa bawaan kamera. Walau sudah memiliki lensa yang lain, lensa ini masih sering juga gw gunakan saat butuh foto pemandangan, selfie, ataupun dalam membuat video. Karena ini merupakan lensa paling lebar yang gw punya yaitu 12 mm (setara 24 mm dalam full frame).

Contoh foto menggunakan kit lens Lumix 12 - 32 mm:





2. Lumix Zoom Lens 45 - 200 mm
sumber gambar: http://amazon.com

Lensa ini merupakan lensa kedua yang gw punya setelah sebelumnya ngga kepikiran untuk nambah lensa baru. Lensa ini menurut gw lensa zoom yang sangat menakjubkan untuk ukuran sekecil ini karena dengan jarak 45 - 200 mm itu sama saja dengan jarak 90 - 200 mm dalam kamera full frame. Sehingga dengan lensa zoom sekecil ini kita bisa menjangkau jarak yang jauh sekalipun dan performa dept of field lensa ini juga cukup baik. Lensa ini dilengkapi dengan OIS yang bisa dimatikan ataupun dinyalakan namun jika kamera kita tidak ada in body stabilizer lebih baik fitur OIS dinyalakan untuk mengurangi efek guncangan yang membuat gambar jadi kurang tajam.

Contoh foto menggunakan zoom lens Lumix 45 - 200 mm:





3. Olympus 25 mm f1.8
sumber gambar: http://amazon.com

Nah kalo ini merupakan lensa favorit gw saat ini lensa prime atau fix ini sendiri memiliki jarak 25 mm atau setara dengan 50 mm dalam ukuran full frame. Banyak fotografer yang menyarankan jarak 50 mm sebagai lensa fix ideal karena hampir mirip dengan jarak mata manusia. Lensa ini performanya sangat cepat dan dengan f1.8 performa lensa ini dalam keadaan kurang cahaya juga sangat baik. Dengan lensa ini efek bokeh yang didapat sangat baik sehingga hasil foto yang didapatkan baik potrait maupun (hampir) makro juga memuaskan.

Contoh foto menggunakan fix lens Olympus 25 mm f1.8:







Ya itu semua lensa yang gw gunakan dalam menghasilkan foto, semoga bisa membantu teman-teman dalam memilih lensa untuk kamera micro four thirds dan bisa menghasilkan karya-karya yang bagus tentunya. Oh iyaa kalo mau lihat hasil foto amatir gw bisa langsung ke http://instagram.com/rizkyprawinto :p