Terkubur Hidup-hidup, Seribu Lowongan Menanti


VIVAnews - Para pekerja tambang yang terperangkap jauh di bawah tanah di sebuah pertambangan Cile mendapatkan banyak tawaran pekerjaan begitu mereka berhasil diselamatkan. Puluhan perusahaan di negara tersebut telah memberikan tawaran-tawaran pekerjaan yang menarik bagi mereka.

Terhitung lebih dari 20 perusahaan yang beroperasi di Cile telah menawarkan lebih dari 1.000 lowongan pekerjaan kepada para pekerja tambang yang terperangkap dan kepada 317 kawan mereka di perusahaan tersebut minggu ini saja.

Jika mereka tetap ingin bekerja di pertambangan, mereka tidak akan bekerja di bawah tanah dan tentunya dengan perusahaan dengan catatan keselamatan kerja yang lebih baik dibanding perusahaan tempat mereka bekerja saat ini.

Perusahaan mereka, The San Esteban, telah menyatakan ketidaksanggupannya dalam membiayai para pekerja yang terperangkap. Perusahaan ini di ambang kebangkrutan dan sedang meminta perlindungan pailit.

Para pekerja yang terperangkap dan pekerja lainnya di perusahaan tersebut telah mendapat tawaran 1.188 pekerjaan per Kamis kemarin. Sekitar 200 orang pekerja yang tidak terperangkap telah melalui proses wawancara oleh perusahaan tambang lainnya. Perusahaan-perusahaan ini rela menunggu hingga para pekerja diselamatkan untuk diwawancarai.

“Ke-33 pekerja tersebut tidak akan menganggur,” ujar Sara Morales, wakil direktur SDM perusahaan Terra Service yang bergerak di bidang pengeboran. Dia mengungkapkan telah menerima biodata dari 80 pekerja dan menawarkan 20 dari mereka pekerjaan.

Wakil Presiden Kinross, sebuah perusahaan pertambangan emas dari Kanada, Jose Tomas Letelier, mengatakan tidak ada tenggat waktu tertentu agar para pekerja tersebut dapat pindah pekerjaan. Letelier menawarkan 46 posisi di perusahaannya, termasuk posisi ahli pengurangan resiko kerja.

“Seperti namanya, mereka akan mencegah terjadinya resiko di pertambangan, yang merupakan pekerjaan yang sangat berbahaya. Peran ini sangat penting,” ujarnya.

Letelier mengatakan bahwa tawaran pekerjaan ini diberikan kepada mereka karena mereka telah berpengalaman. Dengan meningkatnya sektor pertambangan di Cile, para pekerja tambang berpengalaman sangat sulit ditemukan.

“Sangat sulit sekarang untuk menemukan operator seperti itu,” ujar Leteriel lagi.

Para pekerja telah terkubur selama 40 hari di bawah tanah, sejak 5 Agustus 2010. Tidak ada dalam sejarah pertambangan pekerja yang terperangkap selama itu. Usaha penyelamatan sedang dilakukan, namun akan memakan waktu hingga berbulan-bulan sampai akhirnya dapat mengeluarkan mereka.

Mereka memperoleh makanan, obat-obatan, alat komunikasi dan bahan-bahan penting lainnya melalui lubang kecil yang menghubungkan mereka dengan permukaan tanah. (Associated Press)
• VIVAnews