Memilih Wine dengan iPad


Jakarta - Di steakhouse ini pengunjung bisa menikmati beefsteak lezat dengan pilihan wine sesuai selera. Ada 1.350 label wine yang bisa diakses informasinya. Mulai dari nama, daerah asal, jenis dan harganya. Semuanya dilakukan dengan sentuhan satu jari!

Agaknya peluncuran iPad sudah merambah ke dunia kuliner. Salah satu buktinya, Bone's, sebuah steakhouse di Atlanta sejak 2 bulan silam memakai iPad untuk menawarkan daftar wine pada pelanggannya. Pelanggan bisa bebas mencari informasi dan akhirnya menentukan pilihan dengan cara yang sangat mudah.

Kalau dulu di Bone's Steakhouse, pelayan berjas hitam selalu menyodorkan daftar wine yang cukup tebal kini mereka menyodorkan iPad. Resto seak yang berinterior kayu klasik dengan taplak meja linen putih ini sudah mengandalkan kepraktisan iPad untuk menyajikan daftar wine mereka.

Hasilnya cukup menakjubkan. Penjualan wine di Bone's terutama di malam hari mengalami peningkatan hingga 11% tiap malam selama 2 minggu dibandingkan dengan 3 minggu sebelumnya. Bisa jadi ini karena tamu asyik bereksplorasi dan menemukan wine yang diinginkan lebih tepat.

Restoran-restoran lain yang sudah memakai iPad untuk daftar wine juga ada dari Sydney hingga London ke Central Park Selatan juga mengalami hal yang sama dengan Bone's. Demikian seperti yang ditulis oleh The New York Times.

Agaknya pemakaian iPad membuat pembeli lebih leluasa dan percaya diri dalam menentukan pilihannya. Karena semua info wine tersaji lengkap dalam daftar wine di iPad. Mulai dari nama, asal, tahun, harga hingga ranking dan komentar ahli wine bisa diperoleh. Tamu menjadi makin mantap dalam menentukan wine pilihan.

Seperti yang dialami oleh Bardley D. Kendall yang merupakan pelanggan Bone's. Ia memilih wine dengan iPad dan menemukan 2005 Corte Riva cabernet franc dengan harga $102, 25 % lebih murah dari harga biasanya.

Sebenarnya daftar wine interaktif sudah pernah dibuat dalam bentuk program komputer. Namun, sejak iPad diluncurkan April lalu telah memberi terobosan baru yang lebih praktis, ringan dan lengkap. Karena itulah perusahaan Apple di Long Islandpun kebanjiran order dari 40 restoran sejak 5 bulan silam.

Menurut Jennifer Martucci, VP untuk Product Development, Sales & Marketing Apple para chef selebriti kelas dunia juga menjadi pioner pemakaian iPad ini seperti Gordon Ramsay dan Todd English. Beberapa restoran seperti Bone's dan Naples Tomato di Naple, Florisa telah mengembangkan software sendiri.

Bagaimana dengan pelayan dan para wine sommeliers? Para pelayan ternyata dengan cepat belajar menyesuaikan diri. Bahkan mereka terbantu karena dengan cepat bisa mengecekstok lebih dari 20.000 botol wine. Para tamupun kadang masih memakai jasa mereka terutama saat ingin memadukan wine dengan makanan.

Fred Dame, salah satu dari 105 master sommeliers dan presiden Guild of Sommeliers Education Foundation menyambut gembira kehadiran iPad. "Kalau sampai mereka menciptakan alat yang bisa membuka wine juga, hancurlah karir kami," demikian komentarnya.

Manajemen Bone's membeli 30 iPad seharga Rp. 5.000.000,00 per buah dan 20 buah untuk keperluan restoran lainnya. Resto yang sudah ada sejak 31 tahun silam ini juga cukup bangga karena tak satupun iPad yang dipakai tamu jadi rusak atau tertumpahi makanan. Agaknya restoran dan tamu sudah siap ditemani iPad saat bersantap. Jadi jangan kaget kalau sebentar lagi iPad juga hadir di resto-resto Jakarta.

( Odi / eno )