Nokia is Back?


Jakarta - Nokia menegaskan belum akan mengibarkan bendera putih dalam sengitnya persaingan di pasar smartphone. Vendor perangkat genggam yang baru saja berganti pucuk pimpinan itu berjanji bakal menyerang balik.

"Nokia is back!" tegas Niklas Savander, Executive Vice President Markets Nokia, dalam akhir sambutannya di ajang Nokia World 2010 yang berlangsung di London, Inggris, 14-15 September 2010.

Jika dicermati lebih dalam, kalimat yang dilontarkan Savander tersebut bak dua sisi mata uang. Pertama, dengan posisinya sekarang, Nokia menyadari bahwa mereka kini terhimpit di tengah persaingan smartphone.

Savander boleh saja sesumbar bahwa pengguna ponsel Nokia di muka bumi sudah menyentuh angka 1,3 miliar. Ponsel buatan vendor asal Finlandia itu pun disebut-sebut terjual 260 ribu unit per harinya.

Namun yang mesti diingat adalah, bagaimana rapor mereka jika yang dihitung hanya kategori smartphone alias ponsel pintar dalam beberapa waktu terakhir. Tentu ini lain soal. Sebab, banyak analis yang memprediksi jika Nokia tengah keteteran untuk bersaing dengan lawannya di ranah ponsel pintar.

Sebut saja dengan BlackBerry, iPhone, dan terakhir adalah deretan ponsel Android. Nah, untuk nama terakhir, mungkin bisa dibilang sebagai pesaing yang paling serius, mengingat platform Android dibekingi oleh banyak vendor ponsel dan developer pihak ketiga. Sementara Nokia masih keukeuh tak mau mencolek Android dan masih memakai jasa Symbian, S60, MeeGo, dan Linux Maemo.

Lalu hal yang tersirat selanjutnya adalah, Nokia sadar telah keteteran namun mereka berusaha bangkit dengan mengeluarkan amunisi baru. Secara psikologis, kalimat pamungkas Savender itu merupakan modal penting bagi sang raksasa untuk menjaga gengsi.

Pasalnya, seperti dikutip detikINET dari ZdNet, Rabu (15/9/2010), Nokia World 2010 disesaki oleh para praktisi industri seluler, developer, operator, analis, dan mitra strategis Nokia lainnya. Jadi merupakan hal sangat penting bagi perusahaan sebesar Nokia untuk menjaga keyakinan para pemangku kepentingan tersebut.

Terlebih Nokia baru saja diguncang 'prahara' internal dengan akhir kisah dilengserkannya Olli-Pekka Kallasvuo sebagai CEO karena dianggap kurang sukses dalam menarik pasar. Selain itu petinggi Nokia lainnya, Anssi Vanjoki yang menjabat sebagai Executive Vice President dan General Manager Mobile Solutions juga sudah mengumumkan pengunduran dirinya dalam enam bulan ke depan.

Amunisi Baru

Kemudian yang menjadi pertanyaan adalah, apa modal yang akan dikerahkan Nokia untuk bangkit? Sejauh ini, baru terdeteksi empat produk jagoan baru Nokia. Mereka adalah C6 (C6-01), C7, N8, dan E7.

Keempat produk inilah yang akan diandalkan Nokia untuk bersaing menerobos dominasi ponsel Android, BlackBerry, dan iPhone. Hal penting lainnya adalah, mereka juga ingin membuktikan diri bahwa mereka masih vendor ponsel nomor satu dunia. Dan bukan hanya bisa berjaya di segmen menengah ke bawah.

"Hari ini, kami (Nokia-red.) akan bangkit untuk melawan dan mengambil tonggak kepemimpinan di ranah smartphone. Nokia is back!" pungkas Salvander.

Baiklah, kita lihat saja bagaimana janji Nokia untuk bangkit. Semoga saja penegasan sang bos bukan malah berbalik menjadi Nokia is (getting in the) Back! ( ash / wsh )