Indomie Sudah 20 Tahun di Taiwan


JAKARTA, KOMPAS.com — Menko Perekonomian Hatta Rajasa mempertanyakan razia dan penarikan mi instan Indomie di Taiwan. Ia menyatakan, Indomie sudah 20 tahun dipasarkan di Taiwan, tetapi tiba-tiba sekarang menjadi masalah.

“Saya sudah mendengarkan media, bagaimana penjelasan Menkes, saya ikuti betul. Saya enggak tahu apa nama kandungannya (bahan pengawet dalam mi instan Indomie), tapi sudah 20 tahun Indofood menyuplai ke sana (Taiwan) dengan memenuhi standarnya, kok tiba-tiba ada masalah itu,” ungkapnya.

Melihat kasus tersebut, Hatta ingin semua itu dilakukan secara adil dan fair. Namun, ia tidak ingin ikut-ikutan bahwa peristiwa yang menimpa Indomie di Taiwan terindikasi adanya persaingan dagang. “Jangan sampai saya mengikuti berita atase perdagangan kita di sana (yang) mengatakan itu terindikasi adanya persaingan dagang,” paparnya.

Jika itu benar terjadi, maka Hatta mengatakan bahwa Indonesia patut menyampaikan protes terkait hal itu. “Apabila catatan itu benar, atase perdagangan harus menyampaikan protes,” ujarnya.

Terkait razia tersebut, Hatta bakal meminta laporan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu. “Laporan mengenai apa sebenarnya yang terjadi. Jangan saya yang protes. Tapi pernyataan atase perdagangan kita yang muncul di koran hari ini patut direspons oleh Mendag,” papar Hatta.

Hatta juga tidak menginginkan kasus yang menimpa Indomie ini sama seperti yang dialami Palm Oil Indonesia. Dia juga berharap, harus ada penelitian independen di antara kedua belah pihak sebelum penarikan, embargo, atau langkah serupa untuk salah satu produk industri Indonesia.

“Dilihat, diteliti, kemudian baru diputuskan langkah yang akan ditempuh. Jangan secara sepihak karena dampaknya bisa merugikan kita,” ungkap Hatta. (Andri Malau)