Tuesday, November 1, 2011

Kelas Wahid di Pedesaan Afrika

JOHANNESBURG – Sebuah kelas di daerah pedesaan Afrika akan mendapatkan fasilitas kelas wahid, meski berada di daerah yang belum dialiri listrik. Ini terjadi karena kelas mereka menggunakan tenaga surya.
Kelas ini memang bukan kelas biasa. Sebuah kelas dibangun terbuat dari kontainer sepanjang 12 meter. Kontainer yang disediakan perusahaan elektronik Samsung ini memiliki peralatan canggih termasuk laptop, kamera video, dan papan tulis elektronik sepanjang 50 inci.

Menurut produsen, internet mendapat pasokan dari tenaga surya. Kelas yang terbuat dari kontainer ini membawa keuntungan untuk warga pedesaan di daerah yang belum dialiri listrik di Afrika. Pasalnya, kontainer dapat dibawa dengan mudah menggunakan truk ke daerah terpencil, mampu bertahan hidup dalam segala kondisi cuaca, dan yang paling penting, dapat beroperasi jika tidak ada pasokan listrik.

Panel surya mampu menyuplai energi untuk peralatan di kelas hingga sembilan jam dalam sehari, dan selama 1,5 hari tanpa sinar matahari sama sekali. Panel terbuat dari karet dan bukan kaca. Hal ini untuk memastikan mereka cukup kuat untuk bertahan dalam perjalanan panjang melintasi benua.

“Listrik merupakan tantangan ekonomi terbesar Afrika, di mana tingkat penetrasi lebih rendah 25 persen di daerah pedesaan. Kurangnya daya komunitas dan keterbatasan dalam mengakses pendidikan dan informasi, merupakan kunci untuk perkembangan bangsa," jelas pihak Samsung seperti dikutip dari Guardian, Selasa (1/11/2011).

Ruang kelas bisa menampung 21 orang termasuk siswa dan guru. Di dalam kelas ada sistem ventilasi yang dirancang untuk menjaga agar iklimnya tetap terjaga. Kelas dilengkapi laptop bertenaga surya dan tablet. Selain itu, ada juga kulkas hemat energi, berbagai dokumen dengan konten pendidikan, kamera video dan kamera Wi-Fi yang bisa digunakan melalui 3G. Hal ini memungkinkan departemen pendidikan untuk memantau kelas dan mengirimkan konten berbasis kurikulum langsung ke laptop siswa dan guru.

Kelas yang terbuat dari kontainer ini diluncurkan di Johannesburg, Afrika Selatan pada pekan lalu. Prototipe ini sedang diujicoba di Akademi Teknik Samsung Electronics di Boksburg, sebelah timur Johannesburg. Dan selanjutnya akan dikirim ke Qunu di Eastern Cape untuk menjalani pengujian lebih lanjut.
(rhs)