Tuesday, August 27, 2013

[ADV] Survei Properti di Asia 2013


               Mungkin semua orang sudah mengetahui jika saat ini pembelian properti sedang marak baik itu untuk investasi maupun untuk tempat tinggal. Nah iProperty yang merupakan operator jaringan situs properti No. 1 di Asia melakukan survey tahunan yang dilakukan di beberapa negara Asia seperti Indonesia (Rumah123.com dan rumahdanproperti.com), Malaysia (iproperty.com.my), Hong Kong (GoHome.com.hk), dan Singapura (iproperty.com.sg). Survei ini sendiri diikuti oleh hampir 30.000 responden dan mayoritas responden berusia 26 sampai 50 tahun.

                Temuan survei ini sendiri mengungkapkan jika Indonesia, Malaysia, dan Singapura mayoritas pembeli rumah adalah rumah pertama. Motivasi dalam pembelian properti pun berbeda di setiap negara, untuk Indonesia, Malaysia, dan Hong Kong motivasi utama dalam membeli rumah adalah untuk milik sendiri berbeda dengan Singapura yang motivasi utamanya adalah untuk investasi jangka panjang. Untuk jenis properti pun berbeda, jika di Malaysia dan Indonesia yang populer adalah kepemilikan tanah sedangkan di Hong Kong dan Singapura jenis properti yang populer adalah kondominium pribadi.

Nah karakter di berbagai negara dalam menyikapi sentimen di dunia properti juga tidak sama. Seperti Malaysia yang sikap menunggu dan mengamatinya sudah mulai hilang, Indonesia yang terus tumbuh di tengah regulasi baru, Hong Kong yang harga propertinya terus melambung walaupun langkah pendinginan telah dilakukan, dan Singapura yang khawatir akan akan keterjangkauan.


Sebagai kesimpulan, Di Gregorio mengatakan, “Laporan survei ini menawarkan kita wawasan berharga dari pasar properti dan temuan di dalam survei ini juga menunjukkan kepada kita bahwa pasar properti sangat kuat namun konsumen masih berhati-hati. Kami percaya bahwa laporan ini akan sangat bermanfaat untuk tidak hanya konsumen, tetapi juga untuk pengembang, agen real estate dan pembeli properti lokal dan internasional, yang mencari untuk mengukur sentimen pasar properti Asia dari perspektif objektif. “