TOKYO - Para pesumo di Jepang mendapatkan donasi berupa iPad untuk membantu mereka berkomunikasi. Mengapa iPad?
"iPad merupakan perangkat yang cukup mudah digunakan bagi pemilik jari besar seperti para pesumo itu. Dengan demikian menulis dan mengirimkan email di iPad menjadi lebih mudah," ujar Kepala Asosiasi Pesumo Jepang, Hanaregoma, seperti dikutip melalui Telegraph, Jumat (27/8/2010).
Hanaregama menambahkan, asosiasi telah sepakat untuk mendistribusikan 60 unit iPad kepada seluruh staf dan atlet di tubuh asosiasi tersebut.
Seorang pesumo berusia 62 tahun mengaku jika ia tidak bisa membaca pesan SMS di ponsel, apalagi menuliskannya. Bahkan ia juga tidak tahu bagaimana menulis dan menjawab email di komputer hanya karena jari jemarinya yang berukuran besar.
"Tapi semua masalah itu kini teratasi hanya dengan gadget ini," ujarnya seraya menunjuk ke iPad.
Anggota asosiasi memutuskan untuk terjun ke dunia digital dan menggunakan iPad setelah olahraga tradisional itu diketahui terlibat skandal mafia, mengatur hasil pertandingan, dan judi ilegal. Mereka dianggap sangat terlambat untuk mengetahui dan menghadapi masalah ini.
"Jika kami memberikan perangkat ini maka kami bisa dengan cepat menghubungi masing-masing dari mereka di mana saja kapan saja," ujar juru bicara asosiasi, Nishonoseki. (srn)
"iPad merupakan perangkat yang cukup mudah digunakan bagi pemilik jari besar seperti para pesumo itu. Dengan demikian menulis dan mengirimkan email di iPad menjadi lebih mudah," ujar Kepala Asosiasi Pesumo Jepang, Hanaregoma, seperti dikutip melalui Telegraph, Jumat (27/8/2010).
Hanaregama menambahkan, asosiasi telah sepakat untuk mendistribusikan 60 unit iPad kepada seluruh staf dan atlet di tubuh asosiasi tersebut.
Seorang pesumo berusia 62 tahun mengaku jika ia tidak bisa membaca pesan SMS di ponsel, apalagi menuliskannya. Bahkan ia juga tidak tahu bagaimana menulis dan menjawab email di komputer hanya karena jari jemarinya yang berukuran besar.
"Tapi semua masalah itu kini teratasi hanya dengan gadget ini," ujarnya seraya menunjuk ke iPad.
Anggota asosiasi memutuskan untuk terjun ke dunia digital dan menggunakan iPad setelah olahraga tradisional itu diketahui terlibat skandal mafia, mengatur hasil pertandingan, dan judi ilegal. Mereka dianggap sangat terlambat untuk mengetahui dan menghadapi masalah ini.
"Jika kami memberikan perangkat ini maka kami bisa dengan cepat menghubungi masing-masing dari mereka di mana saja kapan saja," ujar juru bicara asosiasi, Nishonoseki. (srn)