Perakit Sukhoi Diduga Tewas Akibat Vodka


VIVAnews - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Selatan Irjen (Pol) Johny Wainal menyatakan, polisi belum mendapatkan hasil penyebab tewasnya tiga warga negara Rusia yang tergabung dalam tim guarantee warranty (perakit) pesawat Sukhoi jenis SU 27 SKM, Senin 13 September 2010.

Kendati demikian, berdasarkan hasil penyelidikan di Tempat Kejadian Perkara (TKP), ditemukan sejumlah benda-benda seperti botol minuman keras jenis vodka berkadar alkohol tinggi.

"Jenazah sudah diotopsi, isi lambung sudah diambil pemeriksaan dan disesuaikan dengan benda-benda di TKP. Indikasi awal, mereka tewas akibat minum-minuman keras jenis vodka," kata Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Johny Wainal kepada VIVAnews, Selasa 14 September 2010.

Keterangan lain juga diperoleh dari penerjemah yang sempat berbincang-bincang dengan korban ketiga bernama Victor Savanoc, bahwa sebelum tewas, korban meminum-minuman keras yang didapat dari korban pertama bernama Alexander.

Sementara minuman keras yang diduga menjadi penyebab tewasnya tiga perakit Sukhoi diperoleh ketiganya dari negara asal. "Minuman itu mereka bawa dari negaranya sendiri (Rusia), bukan membeli dari kita (Indonesia)," ujarnya. Sudah menjadi kebiasaan mereka, kata Kapolda, meminum minuman keras berkadar alkohol tinggi seperti itu sehingga sulit dikontrol.

Mengenai otopsi tiga jenazah, polisi baru akan mengetahui hasilnya paling cepat sore ini, atau paling lambat besok pagi. "Kita tidak ingin terburu-buru mengetahui hasilnya, kita ingin akurat, apalagi ini menyangkut warga asing," jelasnya.

Seperti diketahui, ketiga tim warranty pesawat tempur yang tewas adalah Alexander dan Voronig Sergei yang meninggal Senin pagi. Sementara Victor Savanoc meninggal pukul 23.00 WIB, Makassar. Penyebab meninggalnya tiga teknisi ini masih misterius.

Saat meninggal, Alexander ditemukan di mess Lanud Hasanuddin, sedangkan Voronig meninggal saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Stella Maris, Jalan Penghibur, Makassar. Begitu juga Victor.

"Alexander lebih dulu ditemukan meninggal sekitar pukul 07:00 Wita (Senin pagi) di Mess Lanud," ungkap Marsma Agus Supriatna kepada VIVAnews, tadi malam.(np)
• VIVAnews