Di China, Twitter Tak Bernilai Dibanding Weibo


Jakarta - Pengguna internet mana yang tak kenal Twitter? Platform 140 karakter itu bak sudah menjadi bagian gaya hidup netizens alias warga dunia maya. Karena kesuksesannya pula maka tak heran bila makin banyak situs tiruan platform 140 karakter itu.

Tak terkecuali di China. Negara berpenduduk lebih dari 1 miliar itu tak mau kalah menciptakan situs yang mirip Twitter. Terlebih saat pemerintah China mengeluarkan kebijakan untuk memblokir layanan Twitter tahun lalu.

Dikutip detikINET dari AFP, Sabtu (9/10/2010), salah satu tiruan Twitter yang cukup menyedot perhatian para warga negeri Tirai Bambu tersebut adalah Weibo. Sebanyak 420 juta pengguna aktif Weibo menganggap situs tiruan itu jauh lebih baik daripada Twitter. Salah satu alasannya adalah platform tiruan itu bisa menyediakan layanan huruf China (Pin Yin) yang memudahkan mereka berinteraksi.

"Peran Weibo sangat besar," kata Wang Kai, seorang mahasiswa di China. "Situs ini menyediakan platform sendiri untuk mengirimkan mikroblogging yang benar-benar bermakna dan saya berharap ini dapat digunakan untuk membantu orang memecahkan masalah," imbuhnya.

Sebuah pusat data internet China (DCCI) mengungkapkan hampir seluruh operator di China kini bekerjasama dengan Weibo. Mereka juga memperkirakan pengguna aktif kelak makin bertambah seiring dengan populasi pengguna internet di China yang terus meningkat.

Sebagain informasi, 90 persen pengguna layanan Weibo di China berusia di bawah 40 tahun. Beberapa topik yang biasa dibahasa seputar hiburan, gaya hidup, masalah pekerjaan maupun produk sebuah perusahaan.


( feb / fw )