Ganti Manajemen, Persebaya Mantap ke LPI


VIVAnews - Mulai hari ini Persebaya Surabaya memasuki babak baru menuju klub sepakbola yang mandiri dan profesional. Itu ditandai dengan dilakukannya penandatanganan "Nota Kesepahaman Pengelolaan Klub Sepakbola Perebaya" antara PT Persebaya Indonesia dengan PT Pengelola Persebaya Indonesia yang dilakukan di Mess Persebaya Kamis, 14 Oktober 2010.

"Pemindahan pengelolaan ini tidak berarti bahwa Persebaya diambil alih oleh pemilik baru. Persebaya saat ini ditangani oleh menejemen baru yang lebih profesional dalam mengelola dan mengembangkan sebuah klub sebagai institusi yang mandiri demi peningkatan prestasi," kata Direktur Utama Perseaya Indonesia, Chalid Garamah Kamis, 14 Oktober 2010.

Dijelaskan, dengan kesepahaman itu Persebaya secara legal dan finansial siap melangkah sebagai salah satu klub yang ikut serta membangun kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI).

"LPI merupakan inisiatif bersama klub sepakbola profesional di Indonesia untuk membentuk sebuah kompetisi yang mandiri dengan pengelolaan secara profesional dari dan untuk klub," lanjut Chalid.

Selanjutnya, PT Pengelola Persebaya Indonesia akan mengelola Persebaya sampai klub berjuluk Bajol Ijo ini mampu memperoleh keuntungan secara finansial. Selanjutnya, secara bertahap pengelolaan Persebaya akan dikembalikan kepada PT Persebaya Indonesia, yang sahamnya akan dilepas kepada publik Surabaya. Melalui skema itu Persebaya nantinya akan benar-benar menjadi milik masyarakat Surabaya.

Direktur PT Pengelola Persebaya Indonesia, Liano Mahardhika mengatakan memilih Persebaya, karena klub itu berpotensi meraih prestasi di kompetisi LPI. Persebaya banyak memiliki prestasi dan itu sebuah keuntungan fiansial yang sangat besar. "Sebagai menejeman baru kami akan berupaya maksimal untuk mengembangkan Persebaya, baik secara finansial dan untuk mengukir prestasi," kata Liano Mahardhika.

Dengan menejeman baru, Persebaya akan lepas dari ketergantungan pada dana APBD Kota Surabaya. Dalam lima tahun kedepan pemerintah akan bisa menghemat dana APBD ekitar Rp 75 miliar, yang bisa dialokasikan secara maksimal di sektor atau bidang olah raga lainnya. Termasuk pengembangan sarana dan prasarana.(irv)