'Sang Raksasa' Bergantung Pada Windows Phone 7


Jakarta - Detik-detik peluncuran Windows Phone 7 kian dekat. Sang pembesut, Microsoft, menaruh harapan besar pada sistem operasi (OS) mobile terbarunya itu.

Para analis memprediksi Windows Phone 7 potensial mengangkat pamor Microsoft dalam persaingan OS mobile, namun bisa juga malah kian menenggelamkan raksasa software tersebut.

Adam Holt, analis dari Morgan Stanley mengatakan, meski bisnis OS mobile hanya berkontribusi sebesar satu persen pada pendapatan Microsoft, Windows Phone 7 menjadi sesuatu yang sangat penting bagi perusahaan yang berpusat di Redmond, Washington, Amerika Serikat (AS) itu.

Dilansir AFP dan dikutip detikINET, Senin (11/10/2010), sang CEO sendiri, Steve Ballmer tampaknya begitu yakin bahwa Windows Phone 7 akan membantu Microsoft mendapatkan 'cakarnya' kembali di pangsa pasar yang membuatnya sudah tertinggal dari iPhone Apple, BlackBerry Research in Motion (RIM) dan perangkat berbasis Android Google.

"Saya rasa produk kami akan menonjol dibandingkan dengan produk lainnya. Kami tidak akan meluncurkan sebuah produk jika tidak merasa bahwa inilah kesempatan terbaik," kata Ballmer dalam sebuah konferensi bisnis di Madrid, Spanyol beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Holt mengatakan, Microsoft berhak optimistis OS mobile terbarunya akan memiliki masa depan cerah. Berdasarkan perkiraan Morgan Stanley, Windows Phone 7 bisa mencapai pertumbuhan tahunan sekitar 38 persen.

"Mengingat Windows Phone 7 memulai debutnya di tengah persaingan super ketat, Microsoft tampaknya telah mengembangkan platform generasi terbaru yang bisa membantunya mendapatkan kredibilitas di ranah OS mobile," kata Holt.

Sementara analis dari IDC Ramon Llamas mengatakan, Windows Phone 7 merupakan update pertama paling signifikan yang dilakukan Microsoft pada OS mobilenya. Dan OS ini datang setelah kegagalan ponsel Kin yang diluncurkan beberapa waktu lalu. "Seperti kita tahu, Kin adalah kegagalan total," ujarnya.

Windows Phone 7 dijadwalkan meluncur 11 Oktober 2010 di New York, waktu setempat. Kabarnya perangkat berbasis OS mobile terbaru Microsoft itu sudah akan menyambangi seluruh dunia dalam beberapa minggu ke depan setelah peluncurannya. ( rns / wsh )