Desainer Asus, Antara Seni dan Pekerjaan

Jakarta - Mereka rata-rata muda, berpakaian casual, penuh ide, dan tak harus berlatar belakang IT. Dari ruang kerja yang merupakan kombinasi bar, ruang bersantai dan galeri seni, muncul berbagai desain inovatif Asus. 

Asus memberi kebebasan ruang berekrspresi bagi para tim desainernya. Termasuk ruang tempat mereka bekerja yang didesain sangat artistik. Demikian kesan yang ditangkap detikINET daat berkunjung ke ruang kerja tim desain Asus di Taipei, Taiwan. 

Di sela ajang pameran komputer terbesar di Asia, Computex 2011, detikINET mampir di gedung yang menjadi markas besar Asus. Salah satu yang membuat penasaran adalah seperti apa orang-orang di balik desain-desain produk Asus yang inovatif seperti Eee PC dengan desain cangkang kerang, laptop ultra lebar NX90, dan beberapa laptop dengan corak alam seperti bambu.

Di ruangan yang terletak di lantai 13 sebuah gedung, Asus menyiapkan tempat khusus bagi para pekerja kreatifnya. Meski Asus adalah perusahaan teknologi, namun karyawan di sini tak harus datang dari latar pendidikan IT. Beberapa diantara mereka
adalah seniman murni dari desain komunikasi visual atau fashion
stylist dari brand besar.

"Anda boleh tidak percaya, background saya adalah seorang fashion stylist. Saya dulu bekerja di Vogue sebelum ditarik ke Asus," ujar salah satu karyawan wanita cantik berpenampilan stylish bernama Michelle Hsiao. 

Bertindak sebagai pemandu, wanita muda yang bekerja untuk divisi Specialist Brand Visual Communication ini dengan ramah memperkenalkan setiap bagian yang ada di ruangan itu. Michele sendiri adalah salah satu 'otak' di balik desain-desain cover dan tekstur laptop Asus dengan corak warna-warna alam.

Ruang Kerja Tak Seperti Kantor

Dipaparkan Michelle, Asus memberi kebebasan berekspresi kepada ribuan tim desain yang ada di markas besar mereka. Hal itu tampak dari ruang kerja mereka yang sangat artistik. Sama sekali tak mirip sebuah kantor, melainkan gabungan antara ruang tamu, bar, dapur, gudang, dan galeri seni. Sayang, awak media tak diperkenankan mengambil gambar di ruang tersebut.

Dalam ruangan itu, banyak bermunculan ide-ide brlilian yang diwujudkan dalam produk berdesain menarik. Michelle menambahkan ada beberapa tahapan workflow dari mulai ide hingga implementasi konsep ke produk.

"Yang pertama adalah brainstroming dan pahami dulu konsep dasarnya. Kemudian diturunkan ke strategy plan product. Selanjutnya dilakukan penyempurnaan grafis yang sesuai tren, dan yang terakhir packaging," jelasnya.

Lama workflow tim desain ini bervariasi tergantung project. Biasanya mereka butuh waktu 6 bulan hingga 1 tahun sebelum produk tersebut dirilis.

"Bekerja sebagai tim desain Asus sangat menyenangkan. Ini adalah antara seni dan pekerjaan. Asus memberi kebebasan kami untuk berekspresi. Selama ada ide, itulah pekerjaan kami," tutupnya mengakhiri perbincangan.