iMessage Ancam BlackBerry Messenger


Jakarta - Menjawab fitur BlackBerry Messenger (BBM) yang jadi andalan BlackBerry, Apple menghadirkan iMessage. iMessage adalah layanan data berbasis cloud computing Apple yang berfungsi sama layaknya BBM.

Sebagian analis teknologi pun menilai iMessage adalah ancaman serius bagi BlackBerry dan BBM-nya. Bahkan, peringatan ini sempat membuat saham Research in Motion (RIM) selaku produsen BlackBerry, menurun di Amerika Serikat.

Tavis McCourt dari biro analis Morgan Keegan mengistilahkan iMessage adalah tembakan yang langsung mengarah ke BBM. Padahal, BBM yang memiliki lebih dari 40 juta user global adalah salah satu kunci sukses RIM di luar Amerika Serikat.

RIM mengandalkan pertumbuhan penjualannya di Amerika Latin dan Asia di mana mereka meraih popularitas berkat BBM. Nah, iMessage dipandang bisa menggerogoti popularitas BBM di wilayah ini yang ujung-ujungnya mengurangi penjualan BlackBerry.

"Menilik sejarah Apple, kami mengira iMessage tidak akan dirilis jika tidak memiliki waktu delivery kompetitif dan performa yang baik," tambah Tavis, seraya meyakini bahwa nantinya iMessage sama bagus performanya jika dibanding dengan BBM.

Mike Abramsky, analis RBC Capital Markets juga menilai iMessage bakal menggoda loyalitas pemakai BlackBerry usia muda untuk beralih ke iPhone. Menurutnya, kedatangan iMessage membawa ketidakpastian apakah BBM akan tetap kompetitif dalam jangka panjang.

Di sisi lain, tekanan lebih hebat bagi BBM diprediksi akan datang dari Android. Tavis berpandangan bahwa mengingat pertumbuhan yang pesat, Google mungkin terpicu membuat layanan messenger yang sama fungsinya dengan BBM.

"Kami akan kaget jika Android tidak berupaya meniru iMessage atau BBM, yang akan lebih mengancam bagi sukses jangka panjang RIM," kata Tavis, seperti detikINET kutip dari Bloomberg, Rabu (8/6/2011).




( fyk / ash )