Nasib Riedl Tergantung Kongres PSSI


VIVAnews - Badan Tim Nasional (BTN) tidak mampu berbuat banyak menghadapi keresahan pelatih Alfred Riedl yang baru saja digeser dari jabatannya sebagai pelatih timnas SEA Games 2011 oleh Satlak Prima. BTN hanya berharap kepengurusan PSSI periode 2011-2015 mampu menyelesaikan masalah ini.

Riedl mengaku terkejut dengan keputusan Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas yang mengangkat Rahmad Darmawan sebagai pelatih kepala timnas U-23. Sebab, pelatih asal Austria itu masih terikat kontrak dengan PSSI untuk menangani timnas senior dan timnas U-23 hingga 2012.

Riedl melontarkan kekecewannya dalam jumpa pers di Kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Rabu, 1 Juni 2011. Dalam keterangannya kepada wartawan, Riedl juga menolak jabatan direktur teknik yang ditawarkan oleh Satlak Prima kepadanya.

Menanggapi keresahan Riedl tersebut, Deputi Bidang Teknik BTN, Iman Arif meminta agar semua pihak tetap mengikuti keputusan Satlak Prima. Iman juga meminta agar protes Riedl tidak terlalu dibesar-besarkan.

"Pada dasarnya Riedl mau bekerja sama dengan Satlak Prima, jadi tidak perlu dijadikan polemik," ujar Iman kepada dalam jumpa pers di Hall Basket Gelora Bung Karno, Senayan, Jumat, 3 Juni 2011.

"Kami kembalikan lagi ke Satlak Prima, kami menunggu kepengurusan yang baru. Nanti, semua akan jelas, baik soal LPI (Liga Primer Indonesia), siapa yang akan dipanggil timnas, dan lain-lain," lanjut Iman.

Iman mengaku sangat berharap Kongres PSSI yang akan digelar paling lambat 30 Juni berlangsung sukses. Sebab bila tidak, Indonesia akan terkena sanksi dari FIFA yang akan merugikan perjalanan tim nasional Indonesia.

"Bila kongres gagal, ya kami kena sanksi, semua akan batal. Kontrak Riedl pun akan diputus dan kami harus bayar kompensasi," kata Iman. "Tidak hanya itu, PSSI kena sanksi, tentunya pemain-pemain asing akan memilih ke luar." (art)
• VIVAnews