Friday, October 28, 2011

Ceraikan Ericsson, Sony Siap Guncang Industri Ponsel

Jakarta - Sony dan Ericsson akan segera berpisah. Sony siap membeli seluruh saham Ericsson senilai USD 1,5 miliar sehingga Sony Ericsson sepenuhnya dimiliki Sony. Langkah ini dipandang sebagai jalan terbaik bagi Sony untuk dapat bersaing kembali di arena smartphone, melawan Apple, Samsung, ataupun HTC.

Sir Howard Stringer selaku Chief Executive Sony mengumumkan kembalinya Sony sebagai pemain mandiri di arena ponsel cerdas. Dengan segenap potensinya seperti kekuatan merek yang bagus dan konten beragam, Sony yakin dapat bertaji.

"Kompetitor tidak memiliki film, televisi dan game kami. Kami bisa menggunakan konten kami sebagai senjata untuk mendorong penjualan," ucap Stringer, seperti detikINET kutip dari Independent, Jumat (28/10/2011).

Ericsson sendiri ingin berfokus pada bisnis intinya di bidang telekomunikasi sehingga melepas kepemilikan Sony Ericsson. Duet sejak tahun 2001 tersebut awalnya berjalan cukup baik, namun belakangan belum mampu bersaing dengan pabrikan besar lainnya. Tahun lalu, market share mereka sekitar 2,6%.

"Jika tidak ada yang dilakukan, Sony Ericsson mungkin akan mati dalam 18 bulan ke depan karena masalah yang dimilikinya terkait diferensiasi produk handset. Dengan akuisisi ini, Sony sekarang memiliki semua komponen untuk berkompetisi langsung dengan Apple dan Samsung," ucap Pete Cunningham, analis industri di Canalys.

Belum jelas seperti apa arah perubahan Sony Ericsson setelah dipegang sepenuhnya oleh Sony. Kemungkinan besar yang diamini beberapa analis adalah, nama Sony Ericsson akan berganti menjadi hanya Sony karena Ericsson sudah tidak berkecimpung dalam operasional perusahaan. Namun hal ini diprediksi tidak terjadi dalam waktu dekat.

Jelas, Sony perlu bertindak cepat untuk mengejar ketertinggalannya. Menarik ditunggu bagaimana sepak terjang vendor asal Jepang ini untuk mengguncang jagat smartphone. Proses akuisisi Sony terhadap Sony Ericsson diperkirakan baru selesai awal 2012.




( fyk / rns )