Saturday, October 29, 2011

Wow... Interior Gedung Bakal Bisa Diintip di Google Maps!

KOMPAS.com — Google Inc sedang memulai pilot proyeknya untuk menambah fitur yang memungkinkan publik melihat isi atau interior tempat-tempat yang berada dalam Google Maps. Google meyakinkan bahwa privasi perusahaan yang masuk dalam proyek ini tidak akan terganggu.

Fitur tersebut merupakan tambahan dari teknologi sebelumnya yang telah dikembangkan oleh perusahaan tersebut, yakni teknologi street view. Teknologi ini memungkinkan pengguna Google Maps melihat 360 derajat gambar eksterior.

Namun, pengembangan fitur ini sempat menuai protes para pengusaha karena dianggap akan mengganggu privasi mereka. Namun, pihak Google meyakinkan bahwa teknologi ini hanya akan menampilkan foto dari fotografer berkualitas, tidak menunjukkan isi gedung secara real time. Selain itu, para pengusaha juga diberi kesempatan memasukkan foto-foto milik mereka sendiri untuk digunakan oleh Google.

"Kami berharap bisa membantu perusahaan memperkenalkan layanan mereka dengan gambar berkualitas tinggi. Dibangun dari Google Art Projects yang telah memasukkan 17 museum terkemuka, proyek ini diharapkan juga dapat dimanfaatkan oleh para pebisnis untuk mempromosikan produk mereka melalui jalur online," ujar juru bicara Google Inc.

Layanan ini rencananya akan tersedia untuk hotel, restoran, pusat perbelanjaan, dan pusat kebugaran. Layanan ini juga akan memfasilitasi fasilitas-fasilitas umum seperti rumah sakit dan kantor pengacara untuk membantu masyarakat menemukan tempat yang mereka butuhkan.

Layanan akan dimulai dari beberapa negara, yakni Jepang, Australia, Selandia Baru, dan Amerika Serikat. Dimulai dari AS, beberapa perusahaan yang telah didaftar oleh Google bisa mengirimkan undangan kepada fotografer Google untuk melakukan sesi pemotretan interior gedung. Saat didatangi oleh pihak Google, pengusaha harus memberi tahu karyawan dan manajemennya agar menyiapkan diri untuk sesi pemotretan ini sehingga hasilnya bisa terlihat profesional.

Photoshoot tersebut akan menghasilkan gambar 360 derajat menggunakan fish-eye dan lensa wide-angle sehingga hasilnya sesuai untuk format Google Maps. Dokumentasi foto ini akan dimiliki oleh Google Inc dan bisa digunakan untuk keperluan aplikasi lain. Namun, jika perusahaan keberatan, foto-foto tersebut bisa dihapus kapan pun mereka mau.

Sumber :
BBC