Monday, December 5, 2011

Bagaimana Memaksimalkan Media Sosial?

Jakarta - Ramai-ramai menggunakan media sosial seperti yang terjadi pada sebagian besar masyarakat kita saat ini bukan sekedar fenomena. Jika jeli, ini adalah potensi yang bisa dimaksimalkan.

Ditemui di sela acara ON|OFF Sabtu, (3/12/2011), Chairwoman ON|OFF Aulia Halimatussadiah atau akrab disapa Ollie, memberi contoh dengan membeberkan potensi pengguna Facebook.

"Pengguna Facebook kita nomor dua di dunia dengan jumlah pengguna hampir 40 juta orang. Tapi rata-rata isi update statusnya gitu-gitu aja. Misalnya, 'lagi capek nih', standar ya," kata Ollie.

Disebutkannya, di ajang temu seperti ON|OFF, diharapkan para pengguna media sosial seperti ini bisa menggali potensinya untuk menghasilkan dampak yang besar bagi sekelilingnya.

"Misalnya, jika satu juta orang saja berhasil ditarik untuk berkunjung ke daerah masing-masing, dampaknya akan luar biasa untuk daerah tersebut. Itu hanya salah satu ilustrasi. You can do something, kalau kalian mau lebih aware dengan penggunaan sosial media," kata wanita berkerudung ini.

Dia pun menyarankan agar blogger mulai rajin membuat postingan positif dalam bahasa asing terutama Inggris. Tujuannya, untuk lebih mengenalkan diri kepada dunia luar.

"Saya melihat kesadaran untuk menggunakan bahasa Inggris atau bahasa asing ini agak kurang. Ironisnya, saat ada orang yang ingin ngomong bahasa Inggris lebih banyak, mereka malah dicap tidak nasionalis dan lain-lain," ujarnya.

Menurut Ollie, jika ingin lebih dikenal dunia, gunakanlah bahasa yang dimengerti sebagian besar orang. Namun dirinya mengaku tidak memaksakan hal tersebut.

"Saya berusaha memberi contoh. Saya gak bilang sama orang kamu harus ngeblog atau ngetweet bahasa Inggris. If you like it you can copy. If you don't like it you don't have," tegas Ollie.

Yang jelas, Ollie menekankan agar pengguna media sosial selalu menyebarkan hal postif. "Karena optimisme menular dan impactnya besar untuk anak cucu kita," tutupnya.