Indonesia Sulit Untuk Bangkit


Indonesia sulit untuk bangkit? Hmm bisa iya bisa tidak. Menurut gw kemajuan sebuah bangsa tercermin dari karakteristik masyarakatnya mulai dari menyikapi hal-hal yang sederhana sampai dengan hal-hal yang rumit. Entah kenapa sebagian dari masyarakat kita sepertinya sulit sekali untuk menaati aturan dan cenderung mengedepankan ego pribadi masing-masing.

Hal paling mendasar yang selalu diajarkan oleh kita sejak kecil adalah membuang sampah pada tempatnya yang sampai saat ini pun masih sulit dilakukan oleh sebagian masyarakat kita dan hal ini berlaku baik itu kalangan menengah ke bawah maupun kalangan menengah ke atas (aneh kan).

Lalu dalam hal berlalu lintas kita juga masih sering melihat perlanggaran yang jamak dilakukan oleh pengendara kendaraan bermotor. Kadang banyak motor  dan mobil yang melawan arus yang jelas-jelas membahayakan pengguna jalan lainnya dan kadang saat ditegur mereka malah lebih galak dari yang menegur lalu sudah jelas-jelas jalur transjakarta harus steril dari kendaraan lain kecuali darurat tapi masih ada juga kendaraan lain yang masuk ke jalur tersebut sehingga menggunakan transjakarta pun tidak lagi eksklusif. Yang lebih miris lagi saat pengendara motor mengambil hak pejalan kaki di trotoar dan saat ada orang yang punya kekuasaan pada saat keadaan macet menggunakan rotator dan voorijder dengan seenaknya. Belum lagi kebiasaan kecil seperti menggunakan helm bagi pengendara motor ataupun masyarakat kita yang doyan menggunakan klakson di jalan raya yang menyebabkan polusi suara. Hal-hal ini nih yang bikin iri saat kita pergi ke negara lain yang lebih tertib dan toleransi antar pengguna jalannya tinggi entah apa yang ada dipikiran turis saat mereka datang ke Indonesia.

Sikap merusak dan vandalisme yang dilakukan sebagian oknum masyarakat juga membuat kita semakin miris dengan kondisi negara kita. Sesuatu yang dibuat oleh keringat para perkerja dirusak begitu saja. Ya misalnya ada orang membuat rumah yang dibuat dengan susah payah namun temboknya dicorat-coret seenaknya, ada juga taman dan kendaraan umum yang sudah dibuat pemerintah seenaknya dikotori dan dirusak. Yang paling bikin sedih adalah dirusaknya Stadion Utama Gelora Bung Karno pada final Piala Presiden 2018 kemarin oleh oknum suporter. Mengekspresikan diri dan fanatik pada sesuatu boleh namun apa harus merusak juga? 

Masyarakat kita sebagian besar juga gampang terpengaruh dengan berita-berita hoax yang tersebar di berbagai sosial media. Lihat saja saat ini kita bukannya bersatu untuk membuat negara ini menjadi lebih baik tapi malah sibuk menghujat dan menyudutkan pihak-pihak tertentu. Bisa kita lihat efek berita hoax yang sudah meracuni pikiran masyarakat kita di kolom komentar social media bahkan di situs-situs berita nasional isinya hanya saling menghujat, merendahkan, bahkan menyudutkan pihak-pihak tertentu. Dalam demokrasi menurut gw kritik boleh menghujat jangan dan untuk pihak yang dikritik mungkin bisa interospeksi diri agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi. 

Dari sekian banyak kelemahan masyarakat kita tentu ada juga kelebihan dari masyarakat kita. Hal-hal kecil yang dilakukan sebagian masyarakat kita di kehidupan sehari-hari mungkin luput dari perhatian teman-teman semua. Kadang jika di jalan gw suka menemukan orang baik yang menyebrangkan orang tua di jalan, memberi makan anak jalan, bahkan bergotong royong membantu kendaraan yang mogok. Pada dasarnya masyrakat kita baik namun entah kenapa sebagian masyarakat kita lebih suka berbuat sesuka hatinya tanpa memikirkan efeknya bagi orang lain. Gw harap para public figure dan para pejabat mungkin bisa memberi contoh baik kepada masyarakat bukannya malah memberikan contoh buruk dan saling mengadu domba.

Merubah sesuatu yang salah dan dilakukan oleh sebagian besar orang memang sangat lah sulit. Apalagi kita hanya masyarakat biasa, untuk itu mulai lah dari diri sendiri untuk membuat hal-hal yang positif seperti membuang sampah pada tempatnya, menaati peraturan lalu lintas, berhenti mengedepankan ego pribadi, menjaga lingkungan kita dan saat menerima berita hoax kita lebih mencerna isi berita tersebut. Tidak ada salahnya kita melakukan hal-hal kecil tersebut dan syukur-syukur kalo perbuatan kita menjadi inspirasi bagi lingkungan sekitar kita. Jika generasi sekarang sudah sulit untuk diubah mari kita beri contoh buat adik-adik di generasi setelah kita agar dapat membuat negara ini makin nyaman untuk ditempati dan membuat Indonesia makin berkibar di mata dunia.

Mungkin sekian uneg-uneg yang ingin gw sampaikan ke teman-teman semua :)