Rencana Jembatan Selat Malaka, Malaysia Agresif!


JAKARTA - Setelah rencana pembangunan Jembatan Selat Sunda, yang akan menghubungkan antara Pulau Jawa dan Sumatera, akan dibangun megaproyek selanjutnya, yakni Jembatan Selat Malaka. Jembatan antarnegara itu akan menghubungkan Indonesia dengan Malaysia.

Namun, usulan Pemerintah Daerah Provinsi Riau untuk pembangunan jembatan yang menghubungi Indonesia (Pulau Rupat) ke Malaysia (Teluk Gong) itu, dinilai justru lebih direspons oleh pihak Malaysia.

Menurut Gubernur Riau Rusli Zainal, Pemerintah Malaysia justru lebih proaktif untuk mengembangkan konsep pembangunan Jembatan Selat Malaka ini. Investor lokal Malaysia bahkan disebutkan sudah membentuk perusahaan sendiri, yakni PT Malaka Straits, terkait megaproyek ini dan menawarkan investasi ke China.

"Terkait Jembatan Selat Malaka ini justru pihak Malaysia yang proaktif mengambil konsep ini. Mereka sudah 'menjual' ke China, bahkan sudah dibentuk perusahaan sendiri untuk investasi di proyek ini," tutur Rusli pada sebuah diskusi di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (15/10/2010).

Sementara, respons dari Pemerintah RI menurutnya masih dalam tahap pengkajian, baik estimasi waktu pembangunan, maupun anggaran dana yang diperlukan. Tak hanya itu, megaproyek jembatan sepanjang 54,33 km ini juga harus menanti proyek Jembatan Selat Sunda selesai dibangun terlebih dahulu.

"Respons Presiden baik, beliau juga mendukung. Tapi memang dikatakan harus menunggu proyek Jembatan Selat Sunda selesai dibangun terlebih dahulu, karena JSS ini lebih diprioritaskan," ungkapnya.

Menurutnya, bila proyek jembatan antarnegara ini selesai, maka Pulau Rupat sebagai penghubung dari Indonesia bisa dijadikan tempat wisata.

Megaproyek ini, lanjutnya, perlu diikuti dengan pembangunan sejumlah jalan dan jembatan antara Dumai-Malaka. Jalan dan jembatan tersebut antara lain Jalan Lubuk Gaung-Dumai sepanjang 15 km, Jembatan Lubuk Gaung-P.Mampu sepanjang 1.900 km, Jembatan P.Mampu-P.Payung sepanjang 2.000 m, Jembatan P.Payung-P.Rupat sepanjang 2.000 m, jalan di P.Rupat sepanjang 48 km, Jembatan Selat Medang sepanjang 200 m, Jembatan Sei Simpur sepanjang 190 m, Jembatan Sei Medang Dalem 1 sepanjang 150 m, Jembatan Sei Medang Dalem 2 sepanjang 225 m.

Sementara kabar yang beredar di media massa Malaysia menyebutkan rencana megaproyek itu diperkirakan akan menelan dana USD11 miliar.

Sekadar mengingatkan, konsep pembangunan Jembatan Selat Malaka ini sudah dipresentasikan Pemerintah Daerah Propinsi Riau sejak 2008 di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.(ade)