Minggu, Kapal Pelacak Satelit Dibuka untuk Umum


JAKARTA - Kapal laut canggih milik China, Yuan Wang 5, singgah di Jakarta untuk kembali melanjutkan misi ilmu pengetahuan bidang antariksa kelautannya.

Yuan Wang 5, kapal pelacak satelit milik China yang membawa 290-an awak ini berlabuh di Jakarta selama delapan hari di Terminal II Jakarta International Container Terminal, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara untuk keperluan mengisi logistik berupa air dan makanan. Kapal sebesar ini membutuhkan air bersih yang mencapai 2.000 ton.

Kapal Yuan Wang 5 digunakan oleh China untuk keperluan misi antariksa dan data intelijennya. Selain itu kapal ini datang ke Indonesia juga dalam rangka kerjasama Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dan Kedutaan Besar China. Kapal Yuan Wang 5 juga dimasukkan dalam misi riset ilmiah 'Proyek 921 China', yaitu misi penerbangan antariksa berawak dan program ruang angkasa China.

Kapal pelacak satelit generasi ketiga Yuang Wan dengan berat 25 ribu ton ini dibuat di China pada tahun 2005. Diluncurkan pada 15 September 2006 dan berlayar mulai awal 2007. Yuan Wang 5 mampu melacak wahana-wahana antariksa, satelit, pesawat berawak, dan jenis pesawat antariksa lainnya yang diluncurkan ke ruang angkasa.

Kapal ini mulai berlabuh di Tanjung Priok sejak tanggal 14 Oktober dan pada hari pertamanya itu, pihak Kedubes China sebagai penyelenggara program ini mengundang pers untuk meliputnya. Sementara pada hari kedua ini (15/10/2010) dikhususkan untuk undangan dari pihak-pihak instansi terkait dan pihak universitas saja. Kapal ini terbuka sebagai wahana umum pada hari Minggu saja.

Pengamanan yang ketat dari staf keamanan PT Philia Citra Sejahtera dan PT Pelindo turut menjaga kapal Yuan Wang 5 ini.

"Masyarakat umum diperbolehkan melihat kapal ini dari dekat, tapi nanti pada hari Minggu," tandas pihak keamanan kapal YuangWan 5.
(srn)