SBY Tidur di Kamar Komandan KRI


MANOKWARI, KOMPAS.com — Berlayar menuju ibu kota Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat, Wasior, Rabu (13/10/2010) malam ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama Ibu Negara Ny Ani Yudhoyono menginap di kamar Komandan Kapal Republik Indonesia (KRI) Sultan Hasanuddin-366, Letkol (Laut) Restiono Kunto.

Adapun para menteri lainnya beserta Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono dan Kepala Kepolisian Negara RI Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri menginap di kamar para perwira KRI Sultan Hasanuddin-366 lainnya, yang letaknya di lantai II KRI tersebut. Sementara anggota rombongan lainnya di kamar atau ruangan yang masih ada.

Jumlah anggota rombongan yang mencapai 75 orang, belum termasuk ajudan yang menguntit sejumlah menteri dan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), menambah sesaknya jumlah penumpang KRI. Belum lagi jumlah awak KRI sendiri yang mencapai puluhan orang.

Menurut informasi, mereka akhirnya mengungsi dan tidur bergabung dengan prajurit TNI AL lainnya di kamar yang berbeda. Padahal, di kapal itu juga ada jajaran petinggi TNI lainnya, seperti Panglima Armada Timur Laksamana Muda TNI Bambang Suwarto.

Selter penuh sesak

Akibatnya, selter yang berada di buritan kapal dan disiapkan bagi pers menginap terpaksa dijejali oleh sejumlah ajudan dinas dan anggota Paspampres yang tak kebagian tempat.

Di kamar berukuran sekitar 6 x 7 meter persegi itu bertumpuk sembilan wartawan, tiga biro pers, lima ajudan menteri, dan sejumlah anggota Paspampres.

Padahal sebenarnya, untuk beberapa anggota Paspampres dan ajudan dinas, disiapkan KRI Fatahillah yang mengawal KRI Sultan Hasanuddin-366, tetapi mereka justru bergabung di KRI Sultan Hasanuddin.