Tanri Abeng: Merger Flexi-Esia Menguntungkan


VIVAnews - Kajian bisnis komersial wacana merger produk Flexi milik PT Telekomunikasi Indonesia Tbk dan Esia dari PT Bakrie Telecom Tbk telah selesai. Hasil kajian menyatakan merger keduanya menguntungkan Telkom.

"Bakrie mempunyai network yang bagus dalam industri telekomunikasi," kata Komisaris Utama Telkom, Tanri Abeng, di Jakarta, Rabu 29 September 2010.

Menurut Tanri, tidak akan ada 'caplok-mencaplok' antara Flexi dan Esia. Kerja sama akan saling menguntungkan keduanya.

Dia menjelaskan, nama produk hasil penggabungan belum final dan dapat berubah. Dia menegaskan, seharusnya wacana merger Flexi dan Esia tidak terhalang oleh masalah non fundamental seperti masalah nama.

"Seperti masalah nama Bakrie Telkom yang seolah 'dikuasai' oleh Bakrie
atau BTEL, sedangkan CDMA itu identik dengan Flexi," ujarnya.

Tanri berharap merger antara Flexi dan Esia dapat terwujud akhir tahun ini. Namun, Telkom juga akan mengikuti regulasi di pasar modal, karena Telkom mencatatkan sahamnya (listing) di Bursa Efek Indonesia dan Amerika.

Semua aksi korporasi harus transparan dan sesuai aturan governance dan sistem yang ada. "Telkom tidak bisa semau gue," tuturnya. (hs)
• VIVAnews