Pemilu = Perang Saudara ?

Sumber gambar: detik.com

Genderang perang mulai ditabuh mungkin itu ungkapan yang cocok buat sebagian orang pendukung fanatik pasangan capres & cawapres dari pasangan nomor urut 01 Joko Widodo - Ma'aruf Amin dan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno untuk pemilu 2019.

Perkembangan zaman dimana kita dengan mudah mengakses sosial media juga mempengaruhi panasnya pesta demokrasi di Indonesia beberapa tahun terakhir ini. Yang terbaru tentu saja di pemilu presiden dan wakil presiden di tahun 2019 nanti. Menebar hoax, saling cela, saling hina, saling menebar ancaman, saling sindir sudah biasa kita baca di sosial media atau pun komentar di situs berita terkemuka di Indonesia sampai-sampai muncul istilah kecebong vs kampret entah siapa yang memulai ini duluan.

Kadang elite politik di negara kita sendiri ini juga suka memberikan contoh yang buruk kepada masyarakat sehingga kondisi masyarakat bukannya makin tenang malah makin panas. Ada pertemanan yang hancur gara-gara pemilu ini tidak sedikit juga anggota keluarga yang bertengkar cuma karena berbeda pilihan.

Sadar teman-teman semua bapak Jokowi dan bapak Prabowo aja kalau ketemu adem ayem ini pendukungnya malah saling serang.

Jujur dalam hati kita semua mungkin udah eneg juga baca peperangan di sosial media maupun komentar-komentar di situs berita. Daripada saling serang mending mendukung dengan cara yang kreatif dan saling menghormati. 

Gw yakin masih banyak orang-orang bepikiran maju yang ingin memajukan bangsa kita ini, kita lihat momen pelukan antara Hanifan, Jokowi dan Prabowo di Asian Games 2018 kemarin bagaimana semua orang bertepuk tangan dan juga respon masyarakat terhadap momen itu. Kalo kalian ngga terharu atau bangga terhadap momen itu berarti nasionalisme kalian dipertanyakan.

Mendukung sah-sah saja asal dalam koridor yang positif, berbeda pilihan harus kita hormati karena setiap orang punya alasan masing-masing dan gw yakin masing-masing calon presiden dan wakil presiden sama-sama punya keinginan satu yaitu memajukan Indonesia kita ini dengan program-program mereka. 

Jangan jadikan pesta demokrasi terbesar di negara kita ini menjadi arena perang saudara tapi jadikan pemilu 2019 ini ajang pemersatu kita semua.

Gw harap siapa pun nanti yang terpilih kita semua menghormati dan mendukung program-program beliau demi mamajukan bangsa dan apabila ingin menyampaikan kritik harap disampaikan dengan santun tidak dengan hal-hal yang negatif dan tentunya kritik yang konstruktif. Ingat negara kita negara yang tahu adat dan tata krama. Dan ingat siapa pun nanti yang terpilih adalah presiden dan wakil presiden Republik Indonesia bukan presiden dan wakil presiden kecebong atau kampret.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...